CEO Tokopedia: Target transaksi e-commerce US$ 130 miliar di 2020

Tokopedia © 2015 tokopedia.com
Techno.id - Pemerintah menargetkan nilai transaksi dagang online (e-commerce) Indonesia pada 2020 mencapai US$ 130 miliar, tumbuh dari prediksi US$ 30 miliar di 2016. Bagaimana tanggapan toko online terbesar di tanah air, Tokopedia, soal target tersebut, realistiskah?
Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia, William Tanuwijaya, berpendapat target tersebut sangat realistis, jika melihat pertumbuhan dan penetrasi internet dan smartphone di Indonesia saat ini. Apalagi jumlah smartphone di Indonesia kini lebih besar dari populasi.
-
Tokopedia genjot trafik lewat aplikasi mobile CEO Tokopedia berencana mendorong penggunaan aplikasi mobile demi tercapainya target trafik baik dari segi viewers, visitors maupun transaksi.
-
Santainya William Tanuwijaya tanggapi rumor fundraising Tokopedia William Tanuwijaya mengaku saat ini Tokopedia tidak membutuhkan pendanaan baru.
-
"Pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia terbesar di kawasan ASEAN" Filipina, Thailand, dan Malaysia saja lewat.
Teknologi mobile yang tinggi mendorong booming internet di Indonesia. Akibat booming itu, di tahap pertama, yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah konten berita dan informasi. Namun tahap berikutnya adalah transaksi, ujar William kepada Merdeka.com, di sela-sela event Indonesia E-Commerce Summit & Expo, BSD City, Jumat (29/4).
Jadi, menurut William, target ini hanya soal waktu, tapi sangat realistis bisa dicapai.
Kata dia, sejatinya industry e-commerce Indonesia telat karena baru populer sekarang, dibandingkan negara-negara lain di kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang sudah populer pada tahun 1990-an. Karena itu, pangsa pasar e-commerce di Indonesia masih kecil, baru 1% terhadap transaksi ritel nasional di 2015. Dibandingkan China, Indonesia juga tertinggal.
Ketertinggalan ini disebabkan leletnya pembangunan infrastruktur internet di Indonesia. Ini akibat faktor geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga sulit bagi pihak swasta untuk investasi. Untunglah, kemudian teknologi berubah sangat cepat seperti teknologi telekomunikasi mobile yang mendorong booming internet di Indonesia.
Saat ini pangsa pasar e-commerce China mencapai 13%, sejak e-commerce populer di 2008. China butuh waktu 6 tahun untuk mencapai penetrasi e-commerce 10,2%. Indonesia mungkin bisa lebih cepat dari 6 tahun, karena factor perkembangan teknologi itu tadi, katanya.
RECOMMENDED ARTICLE
- Santainya William Tanuwijaya tanggapi rumor fundraising Tokopedia
- 4 Bidadari Indonesia yang jadi brand ambassador situs belanja online
- Tokopedia terima 24 ribu lamaran kerja tiap bulan
- Ketahuilah rumor-rumor terbaru soal fundraising Tokopedia di sini!
- Jawaban Bos East Ventures soal Fundraising Baru Tokopedia
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya