Kaskus bermimpi bisa jadi perusahaan go-public

Ken Dean Lawadinata, CEO, dan Andrew Darwis, co-founder Kaskus © 2015 Muvila
Techno.id - Perusahaan rintisan alias startup teknologi belakangan banyak lahir di Indonesia. Pertumbuhan jumlah starup di tanah air ternyata berjalan beriringan dengan semakin banyaknya investor baik perseorangan maupun kongsi melalui venture capital.
Jumlah investor yang makin banyak itu dijadikan peluang bagi startup untuk mendapatkan pendanaan supaya bisa mengembangkan bisnisnya. Menghitung nilai perusahaan atau valuasi akhirnya sering dilakukan startup supaya bisa mendapat investasi dari berbagai investor.
-
Masuki usia ke-17, Mimin berbagi kisah manis di Kaskus "Memang gak pernah sekalipun terpikirkan bisa seperti sekarang ini. Waktu itu yang penting dibikin ada website..."
-
Menjajaki peran 'malaikat' di balik geliat startup digital tanah air Mulai banyak perusahaan rintisan teknologi yang muncul dan populer dengan memanfaatkan teknologi mobile lewat aplikasi dan smartphone.
-
Mimin Kaskus ikutan ngomong soal rencana pajak cuma-cuma "Pada dasarnya kami mendukung rencana Pemerintah terkait pajak..."
Andrew Darwis, Co-Founder dan Chief Community Officer (COO) Kaskus menganggap aktivitas valuasi yang sering dilakukan startup Indonesia merupakan dua sisi mata pisau yang bisa berdampak positif dan negatif bagi pelaku bisnisnya.
"Sebenernya, ada bagus dan ada jeleknya ya. Bagusnya pasti beda waktu zaman kita tahun 2008 ya. Dulu masih sedikit yang mau menggelontorkan dananya. Kalau sekarang kan pasti gampang banget nih. Sudah ada angel Investor, ventura capital dan lain sebagainya lah, ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mimin oleh pengguna Kaskus itu mengungkapkan valuasi dan menerima investasi bisa mempercepat pertumbuhan perusahaan karena sokongan dana yang cukup besar. Traveloka dan Go-Jek disebutkan jadi contoh startup sukses dalam memanfaatkan investasi yang diterimanya.
Tapi kalau ini gak jalan, terus mati akhirnya imbasnya orang jadi takut ya. Kalau sekarang nih, Traveloka ya bisa dibilang sudah unicorn nih, tapi kan sebenarnya value itu gede tapi gak tahu bakalan profit apa gak. Ini yang sebenernya agak takut nih. Go-Jek juga iya. Valuasinya gede banget, tapi mereka kan masih subsidi. Tapi kalau startup memang harus seperti itu sih. Menjual mimpi, jelas Andrew.
Soal valuasi, Andrew mengaku perusahaannya sekarang ini lebih mengincar ke arah go-public dan menghimpun dana lebih besar. Namun, keinginannya tersebut saat ini masih berada dalam tahapan pertimbangan sebelum kemudian mengambil langkah Kaskus Go-Public.
"Kalau kita sih ke arah IPO itu, masih 50:50 ya. Karena mereka dari group sendiri bilang, mereka belum butuh duit. Nanti kalau butuh duit, minta papanya. Hahahaha Tapi kita lihat situasilah, kalau kemungkinan bisa IPO, ya bagus juga ya. Soalnya kan belum ada perusahaan Indonesia yang dotcom itu masuk ke bursa saham. Harusnya memang ada yang benar dotcom perusahaan asal Indonesia yang bisa breakthrough itu, tandas Andrew.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar