Pemerintah lamban penyebab kisruh industri transportasi

Ilustrasi layanan Grab © 2015 Grab
Techno.id - Penolakan aplikasi transportasi online dan demonstrasi besar-besaran yang dilakukan pengemudi angkutan umum dianggap sebagai dampak dari lambannya pemerintah memenuhi keinginan masyarakat. Padahal kasus serupa terjadi di akhir tahun lalu.
Di bulan Desember 2015, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat mengeluarkan putusan larangan bagi semua aplikasi transportasi online, termasuk ojek online. Akan tetapi, keputusan itu akhirnya dibatalkan setelah Presiden Joko Widowo menyatakan keberatan akan kebijakan pemblokiran yang dikeluarkan Kemenhub tersebut.
-
Kisruh tolak Uber dan Grab, ini solusinya "Solusi jangka pendek, ridesharing penuhi saja permintaan regulator sektoral dalam hal ini Kementerian Perhubungan..."
-
Menkominfo setuju Go-Jek dan Uber CS ditata Layanan transportasi menggunakan kendaraan roda dua alias ojek dilarang oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.
-
Pro dan kontra Menteri Jonan larang transportasi online Setiap kebijakan pastinya akan ada pro dan kontra, begitu pula dengan aturan Menteri Perhubungan yang baru saja melarang transportasi online
Doni Ismanto, Pengamat IT dan Telekomunikasi dari IndoTelko Forum menyatakan saat ini tidak lagi ada alasan bagi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk tidak melakukan pemblokiran pada Grab Car dan Uber.
"Dalam surat Pak Jonan secara jelas menyatakan pelanggaran yang dilakukan aplikasi transportasi Online. Tak ada alasan bagi Kominfo untuk menunda pemblokiran aplikasi Uber atau Grabcar dan sejemisnya seperti permintaan surat Pak Jonan," kata Doni kepada tim Techno.id.
Ia juga menyatakan tidak sepakat dengan langkah Kominfo yang memberikan kewenangan pemblokiran sepenuhnya kepada tim panel. Pasalnya, ia menilai keterlambatan langkah yang diambil pemerintah bisa membuat konflik horizontal makin besar dan melebar.
"Rudiantara tak bisa menunda dan meminta panel blokir bekerja. Ini sudah masuk dalam kategori situasi luar biasa sebagai buntut kejadian Desember 2015. Kala itu presiden intervensi penegakkan undang-undang tanpa ada solusi yang jelas atas permasalahan ini," imbuhnya.
Pria berkepala plontos itu mengungkap sekarang sudah ada 10 ribu taksi menurut Organda yang tutup. Bahkan, lanjut Doni, sekarang ini pendapatan supir resmi anjlok gara-gara tergerus oleh layanan transportasi berbasis online yang memanfaatkan kendaraan pelat hitam bertarif miring.
"Kita tak bisa mengelak dari kemajuan teknologi. Tetapi kalau kemajuan teknologi tak diimbangi regulasi ada pemangku kepentingan lain yang merana. Tugas pemerintah adalah berdiri di semua pihak sesuai filosofi Nawacita yakni keberadaan negara ada di samping masyarakat," tandasnya.
Penolakan kepada layanan aplikasi transportasi berbasis internet kembali menyeruak setelah ribuan pengemudi angkutan umum berunjukrasa. Mereka meminta Uber dan GrabCar diblokir karena membuat mereka kesulitan dan tertekan.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya