Beranjak remaja, ISS diharapkan bisa mendapat nobel perdamaian

Ilustrasi ISS atau Stasiun Antariksa Internasional © 2015 NASA/ NDTV.com
Techno.id - Tepat 2 November kemarin, ISS atau stasiun antariksa internasional genap berusia 15 tahun. Di usianya yang telah beranjak remaja tersebut, banyak penelitian serta proyek kerja sama luar angkasa antar negara yang dilakukan di ISS.
Untuk jasa-jasanya tersebut, pihak NASA yang diwakili oleh Charles Bolden mengungkapkan bahwa tak berlebihan jika ia berharap ISS bisa mendapatkan nobel perdamaian.
-
Tiga astronot dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional Mereka berasal dari Rusia, Italia dan Amerika Serikat.
-
Foto indahnya siang bertemu dengan malam ini menakjubkan Gradasi cerah siang bertemu malam begitu memukau mata
-
SMA di Indonesia ini terpilih kerjasama dengan NASA di luar angkasa Bukan hanya pertama di Indonesia tetapi juga yang pertama di Asia.
"ISS merupakan contoh perdamaian yang sesungguhnya. Banyak astronot dari beberapa negara yang nampak berseteru seperti Amerika dan Rusia bisa berkumpul di tempat itu untuk melakukan proyek penelitian bagi masa depan planet kita," ujar Bolden seperti dikutip dari NDTV (3/11/15).
Oleg Kononenko asal Rusia dan Kimiya Yui asal Jepang, astronot yang pernah menjalankan misi di ISS pun menambahkan bahwa saat di bumi banyak masyarakat bersitegang karena hal-hal yang melibatkan beberapa negara. Namun, di ISS mereka malah tak menghiraukan masalah yang membuat negara masing-masing astronot berseteru tersebut, bahkan Yui mengungkapkan tiap ada salah satu astronot yang berulang tahun tak peduli apa latar belakang negaranya mereka akan merayakan dengan makan malam dan merenung bersama.
Perlu Anda ketahui, ISS resmi menjalankan misinya pada 2 November 2000 lalu. Ketika itu hanya ada dua modul yang dapat digunakan oleh para astronot untuk melakukan proyek penelitian luar angkasa.
Namun, seiring berjalannya waktu hingga saat ini modul telah berkembang begitu pula teknologi yanga ada didalamnya. Bahkan, hingga saat ini sudah ada 220 astronot elite dari 16 negara di dunia yang pernah tinggal dan bekerja di ISS.
Berkat ISS, banyak fakta baru ditemukan melalui serangkaian penelitian yang dilakukan oleh astronot seperti efek jangka panjang bagi tubuh astronot yang lama berada di ruang hampa udara serta kemungkinan dibuatnya lahan pertanian di planet Mars beberapa waktu lalu.
RECOMMENDED ARTICLE
- NASA dan Microsoft bakal hadirkan HoloLens di stasiun luar angkasa
- NASA perpanjang kontrak penggunaan ISS ke Rusia senilai 6,6 triliun
- Bakteri penyebab iritasi kulit ditemukan hidup di stasiun antariksa
- NASA rancang robot "tahan banting" untuk misi luar angkasa
- NASA minta bantuan mahasiswa untuk mendarat di planet Mars
HOW TO
-
Ini cara memperbaiki file JPG yang tidak dapat dibuka di komputer Windows, gampang kok!
-
Cara mengonversi gambar jadi teks yang dapat diedit di Microsoft Word, pakai AI lebih cepat & gampang
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya