Kesadaran orang Indonesia terhadap keamanan IoT memprihatinkan

Ilustrasi internet of things © 2015 weedezign / Shutterstock.com
Techno.id - Dunia saat ini sedang bersiap menyongsong era Internet-of-Things. Zaman ketika semua perangkat teknologi bisa saling terhubung dan berkomunikasi itu memang menjanjikan banyak keuntungan bagi manusia, utamanya efisiensi dalam menjalani beragam pekerjaan.
Di Asia Tenggara sendiri, para pelaku industri TI juga sudah terpacu untuk mempercepat lahirnya era ini. Akan tetapi, belum sepenuhnya mereka sadar akan pentingnya pengamanan sistem IoT.
-
Internet Society gelar simposium cyber security se-Asia di Jakarta Cyber security menjadi sumber masalah bagi Indonesia.
-
Intel EPID, "satpam" jaringan untuk Internet of Things Intel EPID memungkinkan para developer membangun sebuah basis untuk kepercayaan, otentikasi, penyertaan untuk hubungan antar sistem.
-
Cyber security butuh stakeholder guna pecahkan masalah Kemkominfo: "Meski memiliki kewenangan, bukan berarti pemerintah dapat berjalan sendiri"
Intel Security belum lama ini telah menyurvei 1.953 orang yang berkecimpung di sektor TI ASEAN. Mereka yang terlibat mulai dari CEO, developer, hingga administrator sistem dan datang dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Dari survei itu, ditemukan bahwa awareness pengamanan IoT di Tanah Air begitu rendah.
Berdasarkan rilis yang diterima Techno.id (01/03/16), survei tersebut menyimpulkan bahwa pemain TI di Filipina memiliki pemahaman yang sangat baik soal ini, dengan persentase awareness 53 persen. Malaysia menyusul dengan 46 persen, lalu Singapura 42 persen, Indonesia 40 persen, dan Thailand 39 persen.
Fakta yang cukup memprihatinkan ini sebaiknya segera diatasi. Sebab Asia Tenggara telah diprediksi menjadi salah satu pasar dengan penetrasi IoT terbesar di skala global. Ada baiknya perusahaan TI mempertimbangkan strategi pengamanan IoT seperti memperhatikan life cycle keamanan di seluruh perangkat, jaringan, serta data center.
RECOMMENDED ARTICLE
- MEA sudah berjalan, apa yang harus dipersiapkan masyarakat Indonesia?
- Google ajak peneliti universitas kembangkan proyek IoT
- Pemerintah polisikan situs penyebar info hoax seleksi CPNS
- Tahun 2016 adalah pintu masuk ke jaman mesin, benarkah?
- Microsoft dan Samsung kerja sama untuk Internet of Things (IoT)
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya