KLN Talks Bandung: Serunya berkomunitas di era digital

Ilustrasi logo KapanLagi Network © 2015 KapanLagi Network
Techno.id - KapanLagi Networks (KLN) kembali menghadirkan KLN Talks, sebuah wadah para vertical sites dari KLN untuk menjalin hubungan yang kuat antara perusahaan dengan komunitas, stakeholders, dan klien, jilid kedua. Menariknya, KLN Talks kali ini diadakan di kota Bandung yang kini menjadi buah bibir karena keberhasilan inovasi di pelbagai bidang terutama inovasi digital yang dilakukan oleh pemerintahnya.
Dalam siaran pers yang diterima Techno.id (3/2/16), KLN Talks yang kali ini berkolaborasi dengan Merdeka.com itu mengusung tema "Ngariung Sareng Kang Emil Jeung Komunitas Bandung". Dari tema yang diusung pasti sudah bisa ditebak jika acara yang diadakan di Tjendana Bistro, Jalan Sukajadi, kota Bandung tersebut dihadiri oleh sang walikota Ridwan Kamil.
-
5 Kekecewaan Ridwan Kamil akibat penyalahgunaan fasilitas publik Kamu juga bakal merasakan hal yang sama kayak Kang Emil kalau ngadepin situasi serupa.
-
Permudah birokrasi, Bandung bersiap jadi kota 1000 aplikasi Ridwan Kamil, Walikota Bandung akan menerapkan seribu layanan berbasis aplikasi di Bandung.
-
Foto unggahan Ridwan Kamil ini bikin ngakak Ada-ada saja postingan Kang Emil ini.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang dikenal sangat aktif di media sosial tersebut memaparkan bahwa dengan berkomunitas ia merasakan satu frekuensi.
"Nongkrong dan kreativitas menjadi kultur orang Bandung. Dari situ banyak tumbuh grup-grup atau komunitas hobi, sosial, ekonomi, seni dan lainnya. Makanya jumlah komunitas banyak sekali lebih dari 5 ribu dari catatan saya. Ada kesamaan bikin kelompok. Simpulannya, orang Bandung ini sering nongkrong. Karena sering nongkrong kan ngobrol. Ngobrol banyak yang satu selera. Karena sering ngobrol dari situ mulai bikin sosial grup seperti bikin usaha, bikin band," lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil ini memotivasi anak-anak muda Bandung untuk melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat dengan cara berkomunitas.
Selain memberi motivasi kepada komunitas yang hadir, Kang Emil juga berbagi cerita akan serunya berkomunitas. Kepada tim Merdeka.com yang turut hadir saat itu, Kang Emil pun juga mengaku menjadi walikota tidak lepas dari hobinya yang kerap bertukar pikiran dengan orang kreatif lainnya.
"Jadi nongkrong dengan hal positif, bertukar pikiran, kayak saya gini bicara paling tidak 10 persennya bisa diserapkan," tuturnya sembari bercanda.
Sekadar informasi, KLN Talks jilid kedua tersebut sukses dihadiri oleh lebih dari 30 komunitas yang terdiri dari minat dan hobi. Pada acara tersebut juga hadir Didik Supriyanto selaku Pemimpin Redaksi Merdeka.com dan Muhammad Hasist selaku Redaktur Pelaksana. Turut hadir pula CCO KLN Wens Manggut dan juga Ramadhian Fadillah, Redaktur Eksekutif.
Ridwan Kamil saat acara KLN Talks di Bandung
2016 Merdeka.com
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya