Menkominfo canangkan Duta Keamanan Informasi untuk Pelajar

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara © 2015 techno.id
Techno.id - Usaha meningkatkan teknologi informasi di Tanah Air terus dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Kali ini, pria yang juga akrab disapa Chief RA itu mencanangkan Duta Keamanan Informasi untuk Pelajar. Tugasnya, memberikan pendidikan dan pengetahuan keamanan informasi dalam berinternet.
Sebagai langkah awal, setidaknya akan ada 70 pelajar SMP yang terpilih dari 35 sekolah di DKI Jakarta. Selanjutnya, mereka akan diberikan pengetahuan melalui Seminar Duta Pelajar Keamanan Informasi yang nantinya akan digelar oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sendiri.
-
Pemerintah susun langkah untuk cyber security Cyber security untuk hadapi modus-modus kejahatan di dunia cyber yang berpotensi mengancam roda perekonomian dan keamanan negara.
-
Lawan kejahatan cyber, pemerintah diharap maksimalkan potensi "hacker" Dengan merangkul para "hacker" tersebut, diharapkan nantinya stabilisasi keamanan cyber nasional dapat terwujud.
-
Kemkominfo akui masih fokus garap standarisasi dunia maya Menkominfo: "Pembentukan Badan Cyber Nasional juga memerlukan proses bisnis"
"Jadi, para pelajar yang hadir adalah perwakilan dari pelajar-pelajar di Indonesia yang nantinya akan menyampaikan kepada pelajar lainnya mengenai keamanan informasi," ujar pria berkacamata tersebut sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (04/11).
Keamanan informasi tersebut, menurut Rudiantara, adalah terkait dengan penggunaan internet. Baginya, internet adalah pedang bermata dua, yang artinya memiliki sisi positif dan negatif secara berimbang.
"Dan yang dihindari adalah hal-hal negatif di internet baik dalam media sosial dan instant messaging," paparnya.
Adapun salah satu bentuk kegiatan seminar tersebut salah satunya adalah dengan membagikan daftar situs yang boleh dan tidak boleh diakses. Tujuannya, agar para calon Duta Keamanan Informasi untuk Pelajar dapat mengajarkan bagaimana cara menggunakan internet dengan lebih bijaksana.
Lebih jauh, pihak Kemkominfo saat ini juga tengah mendiskusikan kurikulum baru dengan memasukkan pelajaran coding dalam membuat program. Sehingga, pelajar Indonesia dapat membuat program aplikasi (produsen) dan tidak hanya memakai aplikasi dari luar (konsumen).
RECOMMENDED ARTICLE
- Investor di Silicon Valley antusias dengan startup asal Indonesia
- Bertemu para petinggi Silicon Valley, ini kata founder Kaskus
- Kemkominfo bantah kehadiran Polisi Internet dan big data cyber
- Tanggapan vendor terkait peluncuran ponsel 4G di bawah Rp 1 juta
- Menkominfo: Masalah Indonesia bisa dipecahkan lewat startup
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar