Menristekdikti siapkan dana berlimpah untuk genjot riset industri

Menristekdikti Muhammad Nasir © 2015 Muhammad Luthfi Rahman / merdeka.com
Techno.id - Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengungkapkan bahwa ia dan pihak Kemenristekdikti telah menyiapkan banyak dana untuk menggenjot riset di sektor industri yang masih tercatat rendah.
"Berbeda dengan apa yang ada di luar negeri, kontribusi tertinggi untuk riset adalah dari industri yakni sebesar 80 persen. Sementara kalau di Indonesia kontribusi terhadap riset paling banyak dari pemerintah dengan dana serapan mencapai angka 76 persen," ujar Menristekdikti Nasir seperti dikutip dari Antara (9/10/15).
-
Strategi Kemenristekdikti hadapi dana riset minim Dalam menghadapi tantangan minimnya dana riset, Kemenristekdikti terapkan dua strategi ini!
-
Menristekdikti klaim sudah capai banyak terobosan di tahun 2015 Menteri Muhammad Nasir mengklaim telah melakukan banyak terobosan di sepanjang tahun 2015. Sayangnya ia enggan menyebut secara spesifik
-
LIPI: Anggaran IPTEK Indonesia masih tertinggal jauh LIPI: Untuk mengejar ketertinggalan, peneliti Indonesia harus menggandeng swasta atau lembaga luar negeri sebagai pendanaan
Lebih lanjut, Menristekdikti menyampaikan jika kontribusi riset juga masih kecil dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya mencapai angka 0,09 persen. "Oleh karena itu, kami mendorong riset ini dari kalangan industri, yakni dengan melakukan pertemuan dengan para penguasa. Karena saya berkeinginan para pengusaha mengalokasikan biaya risetnya agar riset di Indonesia makin berkembang," kata Menristekdikti Nasir.
Ke depannya, pihak Menristekdikti juga akan mengarahkan riset kepada produktivitas hasil usaha, seperti yang terjadi di Bengkulu yakni pemanfaatan ketela untuk hasil usaha.
"Hasil-hasil riset yang ada harus bisa dipatenkan, kemudian dihilirisasi atau dikomersialisasi kepada dunia usaha," tutur Menristekdikti Natsir.
RECOMMENDED ARTICLE
- Mahasiswa UGM pangkas waktu pengeringan madu dari 7 hari jadi 1 hari
- Mahasiswa Brawijaya ciptakan alat pendeteksi sianida pada makanan
- Ciptakan solusi inseminasi buatan, mahasiswa UB buat EI-GUN
- Cegah penyakit mastitis, mahasiswa UB ciptakan kondom khusus sapi
- Bikin film berbasis hasil riset, LIPI ingin edukasi kawula muda
HOW TO
-
Cara mengonversi gambar jadi teks yang dapat diedit di Microsoft Word, pakai AI lebih cepat & gampang
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya