Pasar Apple di Tiongkok sedang terancam?

Techno.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok pasca terbongkarnya rahasia NSA oleh mantan anggotanya sendiri Edward Snowden sepertinya masih berlangsung cukup panas hingga sekarang. Hal ini dapat dilihat dari reaksi pemerintah Tiongkok yang cukup agresif dalam melancarkan 'serangan balik' sebagai wujud protes atas insiden tersebut.
Media Reuters melaporkan baru-baru ini, China's Central Government Procurement Center's (CGPC) telah 'memangkas' produk dan jasa beberapa perusahaan AS dari daftar belanja negara dan menggantinya dengan produk-produk dalam negeri. Kebijakan ini diyakini atas faktor keprihatinan pemerintah Tiongkok atas operasi Cybersurveillance AS.
-
Mungkinkah CIA dalang di balik peretasan App Store Tiongkok? XcodeGhost memiliki ritme kerja yang mirip seperti yang pernah dipamerkan oleh CIA bulan Maret 2015 lalu
-
Facebook, WhatsApp, Twitter, hingga Snowden pun bersatu bela Apple Kubu oposisi FBI itu juga diisi oleh Google.
-
Tiongkok jadi negara pengunduh aplikasi iOS terbanyak di dunia Tiongkok berhasil menggeser posisi AS sebagai negara pengunduh App Store terbanyak di dunia
Tanpa pandang bulu, Apple Inc. merupakan salah satu perusahaan besar asal AS yang juga ikut menjadi 'korban' pemangkasan oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut. Selain Apple, beberapa perusahaan besar lainnya yang juga menjadi korban pemangkasan adalah Cisco Systems, Intel, McAfee dan Citrix Systems.
Bagaimana tanggapan Tiongkok mengenai hal ini? Setelah dikonfirmasi oleh media, seorang pejabat berwenang CGPC yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa segala alasan dapat dikaitkan dengan perubahan daftar, termasuk jaminan dari perusahaan domestik bahwa produk mereka lebih aman daripada solusi asing.
Sekedar informasi bahwa salah satu stasiun televisi Tiongkok, China Central Television sempat menyiarkan berita bahwa sistem operasi iOS yang diadopsi oleh Apple sedang terlibat dalam program mata-mata yang dilakukan oleh NSA tahun lalu, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional Tiongkok. Pada saat itu pihak Apple cenderung tertutup kepada media dan tidak memberikan klarifikasi atas tudingan tersebut.
Hingga akhirnya pada bulan Januari lalu, Apple akhirnya menjawab rumor tersebut dengan melakukan kesepakatan mengikuti kebijakan audit keamanan negara dengan China's State Internet Information Office untuk memindahkan basis data server iCloud ke Tiongkok.
Langkah Apple tersebut mendapat apresiasi dari publik dan diharapkan dapat menjadi pembuktian bahwa Apple tidak memiliki tujuan untuk berbagi data kepada pihak ketiga, melainkan hanya bisnis semata.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar