Spotify dipuji Menkominfo, Netflix?

Menkominfo Rudiantara © 2016 Denny Mahardy / techno.id
Techno.id - Kehadiran layanan streaming musik Spotify disebutkan telah menyambangi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Layanan streaming musik yang baru saja memasuki pasar tanah air itu disebutkan telah menggandeng operator Indosat Ooredoo sebagai mitranya.
Langkah yang sudah dilakukan Spotify ketika memasuki pasar Indonesia diapresiasi oleh Menkominfo. Ia menyatakan perusahaan over-the-top (OTT) bisa memilih posisinya sewaktu meluncurkan programnya secara resmi ke pelanggan di Indonesia.
-
Bahas Netflix, Menkominfo siap sambangi Mendikbud dan KPI Rudiantara berniat untuk melakukan pengawalan dari segi konten dan penyiaran.
-
Layanan musik streaming Spotify resmi hadir di Indonesia Spotify menyediakan layanan streaming musik bebas iklan dengan membayar biaya berlangganan Rp 49.990 per bulan.
-
Menkominfo ajak Mendikbud bahas aturan konten Netflix Menkominfo mengaku model layanan yang disediakan Netflix masuk dalam beberapa aturan yang berlaku di Indonesia dan perlu disesuaikan.
Menteri yang akrab disapa Chief RA itu menyatakan perusahaan OTT asing yang melakukan bisnis di Indonesia diberikan keleluasaan memilih opsi, baik mendirikan perusahaan sendiri di Indonesia sebagai badan usaha tetap (BUT), joint venture atau bekerja sama dengan operator selular. Pilihan itu disediakan bagi pemain yang ingin memenuhi syarat beroperasi di tanah air.
"Kalau yang Spotify itu kan bekerja sama dengan operator selular. Jadi gak masalah, gak perlu juga mendirikan perusahaan sendiri. Untuk jadi BUT kan ada beberapa cara. Bisa buat perusahaan di Indonesia, joint venture, atau kerja sama bareng operator," kata Chief RA.
Apresiasi yang disampaikan Chief RA karena Spotify dianggap telah berusaha memenuhi aturan di Indonesia. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan layanan streaming video Netflix yang sudah masuki pasar internet Indonesia di awal Januari 2016.
Rudiantara juga menyatakan hingga saat ini Netflix masih belum menemui pihaknya maupun menyatakan niatnya mendirikan BUT. "Netflix, belum ada kabar. Belum.. Belum ketemu saya juga," paparnya seusai memberikan sambutan pada acara Echelon Indonesia 2016 di Balai Kartini, Jakarta.
Menteri yang punya segudang pengalaman di industri telekomunikasi itu memaparkan alasan penerapan kebijakan pendirian BUT ataupun kerjasama dengan perusahaan lokal untuk melindungi konsumen. "Itu kan buat ngamanin konsumen, jadi kalau ada masalah kita bisa minta tanggung jawab ke pihak tertentu yang terkait," tandasnya.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Langkah mudah mengirim pesan WA ucapan lebaran dalam jumlah banyak, gampang!
-
10 Langkah mudah membuat kartu ucapan lebaran digital dengan AI, bisa pakai smartphone aja!
-
Kenapa HP mudah panas saat dipakai Google Maps pas mudik? ini 10 solusinya biar tetap adem
-
10 Game offline HP seru untuk main bareng bocah cilik saat lebaran di kampung
-
8 Cara praktis kirim angpau lebaran secara digital, jarak kini bukan jurang pemisah!
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar