User internet semakin banyak, tapi kok tidak merata

Techno.id - Dunia internet memang semakin berkembang pesat, tidak heran jika penggunanya ikut berkembang beriringan. Namun hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang bekerjasama dengan Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia (UI) berkata lain.
Hasil survey pengguna internet di Indonesia mencapai 23% atau berkisar 88,1 juta di akhir tahun 2014, namun sayang pengguna internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.
-
Awal tahun 2016 ini, berapa banyak pengguna internet di Indonesia? Menurut data dari WeAreSocial, 88,1 juta masyarakat Indonesia sudah gunakan internet.
-
Siapa bilang warga Indonesia Timur tak melek internet? "Ini tidak kita bayangkan sebelumnya, ternyata Papua pertumbuhan pemakaian Wi-Fi sangat tinggi sekali."
-
Biznet Wifi belum fokus Ke Indonesia Timur Namun, dikatakan tidak menutup kemungkinan Biznet WiFi akan menyambangi kota-kota besar di wilayah Indonesia Timur.
Dalam wawancaranya dengan Merdeka (13/04/15), Inayah Rakhmawati ketua Puskakom UI menegaskan "Selain itu, pengguna internet juga didominasi oleh mereka yang tinggal di daerah urban. Ini refleksi ketidakmerataan".
Itu juga dibuktikan dengan data APJII, bila pengguna internet di Indonesia 78,5% di dominasi daerah barat Indonesia.
Akan tetapi Nonot Harsono sebagai anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) menyatakan bahwa pemerataan di Indonesia sangat bisa dilakukan.
"Sepanjang Indonesia mampu memastikan bahwa tersedianya akses broadband akan
digunakan untuk kegiatan yang produktif, maka saya yakin tidak ada lagi istilah Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Yang ada hanyalah Indonesia yang satu (Sila ke-3 Pancasila)," ungkapnya.
Nonot juga mengungkapkan bila jaringan broadband atau lebih dikenal dengan Rencana Pita Lebar (RPI) sudah ada sejak 20 tahun silam. Akan tetapi ini akan tetap menjadi sebuah rencana yang terus mengambang dan tidak ada kepastian.
Nonot juga menjelaskan bahwa RPI 1995 ini belum bisa berjalan, karena tidak menjelaskan berapa persen untuk rumah tangga dan selular. "Tampak dari kacamata engineering, itu tidak kompak," imbuhnya.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar