Wacana pemisahan bisnis e-money operator didukung pemerintah

Ilustrasi e-money © 2015 YouTube
Techno.id - Wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memisahkan entitas bisnis operator yang ingin menyediakan layanan e-money mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Menurutnya, pemisahan ini justru akan membuat bisnis e-money operator lebih fokus.
"Sebetulnya, (pemisahan) itu bagus karena mereka (operator) jadi bisa lebih fokus. Saya juga sudah bicara dengan teman-teman operator telekomunikasi," ujar pria yang juga akrab disapa Chief RA itu sebagaimana dikutip dari Merdeka, Jum'at (04/12).
-
Menkominfo ramalkan bakal ada operator telekomunikasi yang tumbang Menkominfo memperkirakan bakal ada operator telekomunikasi yang tumbang karena faktor keuangan.
-
Pemerintah terus gaungkan ekosistem e-commerce Ingin tingkatkan nilai transaksi e-commerce hingga 10 kali lipat di tahun 2020, pemerintah garap tiga ekosistem e-commerce. Apa saja?
-
Wow, operator sumbang Rp 280 triliun ke pemasukkan negara Menkominfo: "Sebagian masuk ke sektor USO dan pengembangan Palapa Ring"
Bagi Chief RA, sistem akuntansi e-money dari operator telekomunikasi saat ini masih bercampur dengan bisnis lain mereka. Sementara itu, lanjut Chief RA, pemain e-money dari kalangan profesional seperti bank dinilai lebih siap karena sudah menerapkan sistem akuntansi terpisah.
Dengan kata lain, Chief RA juga mendorong pihak operator agar mulai mengadopsi sistem yang dipakai oleh perbankan untuk e-money mereka. Meskipun prosesnya tidaklah cepat dan mudah, ia yakin bahwa hal itu akan tergantung dari pihak operator itu sendiri.
"Sekarang e-money di dalam perusahaan (telekomunikasi) dipisahkan dulu. Jika sistem akuntansi sudah dipisah, maka akan jadi anak perusahaan 100 persen. Konsolidasi secara keuangan juga makin mudah," terangnya.
Sebelumnya, operator telekomunikasi sempat dibuat panik lantaran OJK mewacanakan semua penyedia layanan uang digital yang berasal dari industri telekomunikasi harus menjalankan bisnisnya secara terpisah. Pasalnya, layanan e-money mereka sudah terlanjur berjalan, sehingga berpotensi terancam.
RECOMMENDED ARTICLE
- Menkominfo tagih pusat inovasi yang dijanjikan Huawei
- Kasus tenaga kerja ilegal Huawei, Menkominfo: Melanggar ya melanggar
- Pemerintah siap basmi penipuan lewat telepon seluler, ini strateginya
- Soal pegawai ilegal, Huawei Indonesia siap patuhi prosedur pemeriksaan
- Menkominfo terus kejar revisi UU ITE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar