200 Technpreneur butuh USD6-7 juta tiap tahunnya

Ilustrasi startup © 2015 techno.id
Techno.id - Dilansir oleh Merdeka.com (23/01/16), Pemerintah memiliki program untuk memunculkan 200 technopreneur baru setiap tahunnya selama tahun 2020. Praktis, pada tahun 2020, ada sekitar 1000 technopreneur yang bakal muncul meramaikan jagad digital tanah air.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan untuk membiayai munculnya technopreneur sesuai target yang direncanakan dibutuhkan dana sekitar USD6-7 juta setiap tahunnya.
-
Menristekdikti targetkan 10 Technopreneurship muncul dalam setahun Dalam rangka rilis program Science & 100 techno Park, Menristekdikti menargetkan 10 technopreneurship muncul dalam setahun.
-
Pusat inovasi Kominfo-Huawei segera sambangi Yogyakarta Kerja sama ini untuk membuka akses lebih banyak talenta lokal untuk berkembang.
-
Ideosource: pemerintah punya kewajiban kembangkan industri startup Ideosource: Kami tidak tertarik membuat inkubator maupun fasilitas pengembangan perusahaan (startup) rintisan
Dana tersebut nantinya berasal dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.
"Nanti juga pemerintah bakal ikutan tapi berapa besarnya, saya belum tahu. Mumpung ada perubahan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) nanti. Manfaatin ini. Terus dari temen-temen private sector saya undang. Termasuk e-commerce yang udah mapan. Iya dong. Karena kita lihat ini sebagai kepentingan nasional bukan kepentingan sektor," ujarnya dikutip dari Merdeka.com.
Menkominfo memang saat ini dikenal getol dan memiliki banyak inisiatif untuk menggenjot tumbuhnya technopreneur di Indonesia terlebih di sektor e-commerce.
"Kita bisa mencapai sepuluh kali lipat dari e-commerce kalau kita mengikuti rujukan dari road map e-commerce sesuai kategori baik UKM, Startup, dan Established. Nantinya pada 2020, e-commerce kita bisa capai USD 130 miliar kalau merujuk dari tahun lalu sekitar USD 12 miliar," ujarnya.
Untuk mewujudkan 1000 technopreneur itu, Menkominfo menunjuk pihak-pihak yang memiliki kredibilitas dalam soal pengembangan technopreneur. Sebut saja Yansen Kamto, Chief Executive Kibar. Dia mengatakan telah memiliki serangkaian cara dengan dimulai dari ide hingga tahap final.
RECOMMENDED ARTICLE
- Jelajahi 90% wilayah Indonesia, MatahariMall bakal kebut ekspansi
- Sukses layani konsumen, MatahariMall lebarkan sayap bisnis online
- GrabTaxi siap patuhi aturan ridesharing demi kebaikan bersama
- Carousell Treasure Market cara asik dapat barang preloved
- Ini senjata rahasia GrabBike gulingkan Go-Jek dan kompetitor lain
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya