6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Techno.id - Lazada hari ini menjadi buah bibir karena resmi diakuisisi oleh e-commerce raksasa dari Negeri Tirai Bambu, Alibaba. Total nilai kesepakatan keduanya melibatkan mahar USD 1 miliar atau setara Rp13 triliun.

Selain diharap mampu mendongkrak bisnis Alibaba terutama di Asia Tenggara, akuisisi terhadap Lazada sebenarnya punya banyak keuntungan. Pasalnya, mal online yang berdiri sejak 2011 itu telah menorehkan sejumlah prestasi dari beragam hal, terlepas dari total seller yang mencapai 40 ribu dan produk dagangan sebanyak 16 juta.

Tak percaya? Berikut rangkuman yang sudah disiapkan redaksi:

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Penguasa ASEAN dengan penjualan Rp17 triliun

Berdasarkan klaim Lazada Maret lalu, mereka sukses mewadahi transaksi sebesar USD 1,3 miliar (Rp17 triliun) sepanjang 2015. Gross Merchandise Value (GMV) tahunan itu didapat dari transaksi di enam cabangnya, yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Di samping itu, Lazada menyatakan platform mobile-nya telah menyumbang 60 persen dari aktivitas belanja konsumen. Aplikasi Android dan iOS Lazada sendiri telah diunduh hampir sebanyak 30 juta kali.

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Pionir promo Harbolnas

Predikat sebagai satu dari segelintir e-commerce besar di Tanah Air tak diraih Lazada dengan mudah. Itu adalah hasil dari beragam inovasi yang diberikan Lazada, contohnya promo Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Perayaan yang kini diperingati tiap 12 Desember itu ternyata adalah inisiatif Lazada yang juga didukung enam e-commerce lain: Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola. Semenjak memulai promo tahun 2012 silam, Harbolnas sudah dihelat empat kali dan sudah melibatkan lebih dari 130 pelaku e-commerce pada tahun 2015 kemarin.

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Capai order Rp566 miliar saat Harbolnas 2015

Kiprah Lazada Group di Harbolnas tak layak disepelekan. Buktinya di Harbolnas 2015, mereka mencatat ada peningkatan akses di website dan aplikasi Lazada di enam negara yang mencapai 36 juta. Gilanya, volume order melonjak 300 persen dibanding Harbolnas 2014, dengan total produk yang terjual sebanyak 1,7 juta.

Tak ayal, transaksi yang ditampung Lazada pun begitu tinggi, tepatnya USD 40 juta atau Rp566 miliar.

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Sukses jual barang termahal, Rp283 juta!

Hasrat konsumen Tanah Air untuk belanja online sebenarnya sudah tinggi. Lazada mempunyai fakta menarik soal ini. Pihaknya mengaku telah menjual barang yang banderolnya terbilang sangat mahal pada konsumen asal Indonesia, yaitu satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja seharga Rp283 juta.

Jelas saja, transaksi ini tercatat sebagai item termahal yang pernah terjual di Lazada se-ASEAN.

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Tak segan tendang penjual nakal

Bisa mempengaruhi seorang konsumen untuk membelanjakan ratusan juta rupiah ini bisa dibilang adalah imbas dari ketegasan Lazada untuk menjaga platformnya dari seller nakal. Memang, Lazada sempat diterpa kasus penipuan pertengahan tahun lalu, yakni ketika ada konsumen yang memesan iPhone 6 Plus, tapi malah mendapat sabun.

Akan tetapi selepas kasus tersebut, Lazada mengaku siap dan sudah menindak tegas penjual nakal. Tahun 2015 saja, mereka menendang sekitar 200 barang seller yang dianggap melanggar aturan.

6 Prestasi Lazada yang layak bikin Alibaba 'klepek-klepek'

Masuk daftar 10 startup Indonesia paling memikat calon pekerja

Perusahaan rintisan teknologi kian banyak bermunculan di Tanah Air, berkat semakin banyak pula pihak yang ingin menggarap bisnis digital. Walau sudah ada ratusan startup di Indonesia, tak semua dipandang keren oleh para pencari kerja.

Jobplanet.com akhir tahun lalu telah mendata startup yang paling memikat calon pekerja. Ternyata, Lazada ada di daftar 10 besar, tepatnya di posisi keempat, dengan persentase kunjungan sebanyak 8,62 persen.

(brl/red)