Akankah Marissa Mayer mengalami nasib tragis seperti 4 CEO Yahoo lain?

Marissa Mayer © 2014 businessinsider.com
Techno.id - Awal Desember ini, saham Yahoo tak menunjukkan adanya pergerakan positif. Dewan direksi pun mengadakan rapat dadakan guna menemukan jalan keluar dari masalah ini. Kabarnya, Yahoo bakal menjual saham bisnisnya guna menyelamatkan masa depan perusahaan.
Namun tak cuma itu kabar buruknya. Marissa Mayer, CEO Yahoo saat ini, juga terancam ditendang dari kursinya. Banyak pihak yang terkait dengan Yahoo, terutama para pemegang saham, tak puas dengan kinerja CEO cantik tersebut. Eks Google itu dikritik karena terlalu banyak menghabiskan uang untuk akuisisi, yang notabene adalah strategi pentingnya selama tiga tahun terakhir memimpin Yahoo.
-
Apakah CEO cantik Yahoo! ini tak tahu malu? Marissa Mayer gagal membawa era kejayaan di Yahoo!, tetapi ia masih ingin bertahan di sana.
-
Makin tak tentu arah, Yahoo dilaporkan akan segera dijual? Pemegang direksi makin tak sabar dengan lambannya bisnis internet Yahoo setelah dipimpin Marissa Mayer.
-
Yahoo segera rumahkan lebih dari 1.000 karyawannya Pendapatan dan laba mereka diketahui menurun dibanding tahun 2015.
Sekiranya Marissa akan dipecat, setidaknya ia tak sendirian. Sebab, ada beberapa pendahulunya yang juga mengalami beragam kesialan saat menjadi CEO Yahoo. Siapa saja mereka dan apa kasusnya? Berikut rangkumannya.

Terry Semel, ingin mengakuisisi Google tapi gagal
CEO kedua Yahoo ini menjabat mulai 2001-2007. Di masa kepemimpinannya, Terry mencoba mengakuisisi Google, seperti yang disarankan oleh Jerry Yang dan David Filo, para pendiri Yahoo.
Terry pun mengajak pentolan Google, yakni Larry Page dan Sergey Brin, untuk makan malam dan bernegosiasi. Saat itu, Terry menawar Google dengan mahar Rp97 miliar (7 juta USD), tetapi Larry dan Sergey tak tertarik untuk menjual Google, kecuali ada uang senilai Rp14 triliun (1 miliar USD). Terry pun mempertimbangkan kembali tawaran itu.
Beberapa waktu kemudian begitu Terry siap dengan uang yang diminta, duo pendiri Google itu menaikkan banderol lagi hingga Rp42 triliun (3 miliar USD). Alhasil, Yahoo pun gagal mengakuisisi kompetitornya yang kini lebih besar darinya itu.

Jerry Yang, co-founder yang dicemooh karena menolak akuisisi Microsoft
Meski Jerry adalah salah satu pendiri Yahoo, ia tak langsung menjadi CEO saat Yahoo berdiri. Jerry malah menjadi CEO ketiga Yahoo setelah Terry Semel hengkang.
Di tengah masa jabatan pria berdarah Taiwan-Amerika ini, yaitu tahun 2007-2009, Microsoft sempat mengajukan akuisisi pada Yahoo dengan mahar Rp621 triliun (44,6 miliar USD). Pendekatan itu dilakukan Microsoft untuk memperkuat strategi bisnis internetnya.
Sayangnya, Jerry tak berkeinginan untuk menjual Yahoo, bahkan ia tak bersedia melakukan tawar-menawar.
Pasca negosiasi buntu itu, saham Yahoo menurun dan Yang dikritik oleh para investor atas kekukuhannya itu. Yahoo, yang saat itu sedang kesusahan untuk berkompetisi dengan Google, pun berada di posisi yang kian sulit.

Carol Bartz, 'diputusin' via telepon
Selepas Jerry turun dari tahtanya, Carol Bartz didapuk sebagai pengganti di awal tahun 2009. Di tahun yang sama, ia melakukan PHK massal dengan porsi sekitar 5 persen dari angkatan kerja Yahoo. Tujuan perampingan ini menurutnya ialah menyeimbangkan neraca keuangan Yahoo.
Akan tetapi karena tak ada perkembangan signifikan dari kepemimpinannya, Carol pun dipecat oleh Chairman Yahoo, Roy Bostock. Ironisnya, pemecatan itu dilakukan via telepon pada bulan September 2011.

Scott Thompson, menjadi CEO hanya 5 bulan
Januari 2012, Yahoo kembali memiliki CEO resmi baru, yakni Scott Thompson. Belum lama ia memimpin, tepatnya di bulan Mei di tahun yang sama, Yahoo mendapat protes dari Dan Loeb, CEO Third Point. Dan mengatakan bahwa Scott hanya menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang akuntansi di Stonehill College, bukan akuntansi dan ilmu komputer seperti terpapar di rilis pers Yahoo. Beberapa waktu kemudian, Stonehill College dan eBay, perusahaan Scott sebelumnya, juga mendukung gugatan itu.
Yahoo pun menginvestigasi kasus ini dan di bulan yang sama langsung memberhentikan Scott atas kasus yang memalukan ini.
Cukup tragis bukan nasib para CEO Yahoo sebelum Marissa datang?
Kendati di ambang pemecatan, Marissa tercatat sudah berbuat banyak untuk Yahoo. Ia begitu berkomitmen dengan pekerjaannya. Buktinya, ia tak berlama-lama mengambil cuti pasca melahirkan 2013 silam. Marissa juga telah membuat kebijakan populer, misalnya dengan memperpanjang cuti melahirkan pegawai Yahoo sekaligus memberi mereka bonus.
Menurut Anda, apakah Marissa akan menyusul pendahulunya itu?
HOW TO
-
Cara mengonversi gambar jadi teks yang dapat diedit di Microsoft Word, pakai AI lebih cepat & gampang
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya