Amerika Serikat bantu pembangunan pembangkit listrik di Indonesia

Ilustrasi pembangkit listrik © 2015 smartpowerlogistics.com
Techno.id - Baru-baru ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt. Hal ini dilakukan Amerika Serikat untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan sektor ekonomi.
"Pemerintah Amerika Serikat sangat mendukung upaya Indonesia untuk mengembangkan ekonominya, yang mana salah satunya adalah melalui pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt ini," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake Jr usai menandatangani nota kesepahaman Pembentukan Kelompok Kerja Energi yang dilaksanakan di kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jakarta, sebagaimana dilaporkan oleh AntaraNews (2/9/15).
-
Teknologi baru GE ini bantu kelistrikan 12.600 desa di Indonesia Program serupa juga sedang diterapkan GE di India dan Afrika.
-
Indonesia lirik energi listrik tenaga angin, ini tantangan & solusinya Pemerintah menargetkan kenaikan tingkat elektrifikasi hingga 98 persen di 2019.
-
Wapres Amerika kunjungi Indonesia, ini 3 kesepakatan yang dijalin Kedatangannya merupakan perintah Presiden Donald Trump sebagai tanda penghargaan yang tinggi AS atas kemitraan strategis.
Tak tanggung-tanggung, Negeri Paman Sam akan memberikan partisipasi dengan menurunkan bala bantuan dari 52 perusahaan dan 11 agensi terbaik. Dalam pembangunan pembangkit listrik ini, kedua instansi dari Amerika Serikat akan bergabung dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN.
"Kelompok ini kemudian akan berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN untuk melihat potensi bantuan yang dapat diberikan AS kepada Indonesia," ujar Robert Blake Jr.
Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan lingkup kerja sama dalam nota kesepahaman ini mencakup bidang teknologi emisi batu bara, penggunaan energi terbarukan, dan minimalisasi penggunaan bahan bakar solar. Selain itu, terdapat juga kesepakatan untuk pengembangan jaringan daerah terpencil secara efisien, serta penggunaan energi terbaru bidang ketenagalistrikan.
"Pembangunan pembangkit 35.000 megawatt itu bukan menjadi target lagi, namun sudah menjadi kebutuhan Indonesia. Karena proyek ini tidak ringan, kita butuh dukungan dari banyak negara yang industri listriknya sudah maju dan teruji, salah satunya AS," kata Sudirman.
RECOMMENDED ARTICLE
- Project Sunroof: Langkah cerdas Google petakan potensi sinar matahari
- Tiongkok bakal bangun jaringan kabel bawah laut di Indonesia
- Australia menghasilkan listrik dan air minum dari gelombang laut
- Tahun depan Padang punya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Metan
- Pohon ini dapat menghasilkan listrik ketika daunnya berputar
HOW TO
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya