Suntik kompetitor Uber Rp13 triliun, Apple ingin gulingkan Uber?

Tim Cook, CEO Apple © 2016 Apple
Techno.id - Keputusan yang cukup penting sudah diambil oleh Apple. Raksasa Cupertino itu baru saja menyuntikkan Rp13 triliunan pada Didi Chuxing, startup yang bergerak di bidang transportasi berbasis aplikasi, atau dalam kata lain pesaing besar Uber di Tiongkok.
Mengutip Reuters.com (13/05/16), langkah ini dijalani demi beberapa target. Namun yang terpenting, mereka berharap investasi ini bisa membuat mereka memahami market Tiongkok lebih baik.
-
Jumlah iPhone yang laku di Tiongkok lebih banyak dari Amerika Serikat! Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini, mulai dari membaiknya ekonomi penduduk Tiongkok sampai lazimnya iPhone dijadikan kado.
-
Ternyata ini alasan di balik Apple beri diskon jutaan rupiah untuk penjualan iPhone di Tiongkok Apple tawarkan diskon langka untuk iPhone di Tiongkok, bersaing dengan Huawei.
-
Mengapa Anda harus yakin smartphone Tiongkok bisa sisihkan iPhone Penjualan iPhone kini merosot dibanding tahun lalu, sementara vendor seperti Oppo dan Vivo semakin menguat.
"Kami berinvestasi untuk sejumlah alasan strategis, termasuk kesempatan untuk mempelajari lebih dalam soal segmen tertentu dari pasar Tiongkok. Tentu kami juga percaya modal yang kembali juga akan besar di kemudian hari," terang sang CEO, Tim Cook.
Langkah Apple untuk mengucurkan dana besar ke perusahaan Didi Chuxing ini diyakini ada kaitannya dengan melemahnya bisnis smartphone mereka di sana. Sebagai pasar ponsel terbesar di dunia, tentu Apple tak ingin kalah dari vendor lokal setempat dan mengikhlaskan penurunan penjualan di Tiongkok yang mencapai Rp1.600 triliun lebih dalam tiga bulan terakhir.
Namun di samping itu, ada juga kemungkinan kalau Apple ingin menggulung bisnis Uber di sana. Faktanya, Didi Chuxing saat ini mendominasi industri ride-sharing di Negeri Tirai Bambu dengan pangsa pasar mencapai 80 persen. Di sisi lain, Uber malah tampak kesusahan menyaingi perusahaan yang berdiri tahun 2012 tersebut. Terbukti, Travis Kalanick cs mengaku rugi Rp13 triliunan per tahunnya di Tiongkok sejak beroperasi di sana pada pertengahan 2014.
RECOMMENDED ARTICLE
- Persiapkan kendaraan elektriknya, Apple sewa pakar charger dari Google
- ProtonMail, aplikasi email pihak ke-3 dengan pengaman ganda
- Moog, synthesizer analog terlengkap untuk pengguna iOS
- iOS 10 didedikasikan untuk pengguna piranti Smart Home
- Update terbaru Photoshop untuk iOS berikan kemudahan atur storage
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya