BPPT lakukan uji coba sistem peringatan dini tsunami buatan Jepang

Ilustrasi tsunami © 2015 Igor Zh./ Shutterstock.com
Techno.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dilaporkan akan melakukan uji coba sistem peringatan dini tsunami dan gempa buatan peneliti Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (Jamstec). Berbeda dengan sistem peringatan dini yang sudah ada, sistem peringatan dini yang mengombinasikan teknologi Dense Oceanfloor Network System for Earthquake and Tsunamis (Donet) dan Long-term Borehole Observatory ini diklaim lebih cepat dalam memberikan peringatan bakal terjadinya tsunami yakni sekitar kurang dari dua menit setelah terjadinya gempa.
"Penggunaan kabel fiber optik bawah laut pada sistem Donet mempercepat arus informasi yang diperoleh dari sensor-sensor yang ada di observatorium," jelas Yoshiyuki Kaneda peneliti utama Jamstec.
-
Presiden Jokowi instruksikan alat deteksi dini tsunami diperbanyak Jokowi juga memerintahkan untuk pencarian korban di daerah berpotensi terdampak.
-
Peringatan dini tsunami akibat gempa Banten resmi dicabut Peringatan dini dicabut setelah dua jam diberlakukan.
-
Pelajar SMP ciptakan alat pendeteksi tanah longsor Modal Rp 150.000, siswa SMP Negeri 1 Solo ini ciptakan dua alat pendeteksi dini tanah longsor dan banjir dengan konsep yang sangat sederhana
Seperti dilansir oleh Antara (21/10/15), sistem sensor yang ditempatkan di Donet dan Long-term Borehole Observatory ini menurut Kaneda, diklaim mampu mengetahui aktivitas terkecil yang terjadi di lempeng bumi yang menyebabkan gempa dan memicu tsunami. Selain itu, sistem juga dapat memperhitungkan periode interseismic yang tentu harus dilakukan paling tidak dalam kurun waktu lima hingga 20 tahun sehingga dapat diketahui probabilitas gempa yang akan terjadi.
Sementara itu, uji coba kabarnya akan dilakukan di salah satu lokasi ceruk seismic yang diprediksi sejumlah peneliti atau ilmuwan akan terjadi gempa besar dan memicu tsunami. Beberapa lokasi yang dipertimbangkan untuk menjadi lokasi uji coba yakni di sebelah selatan Selat Sunda, sebelah barat Sumatera Barat, dan sebelah selatan perairan Bali.
RECOMMENDED ARTICLE
- Berbekal smartphone, ilmuwan di Amerika hendak deteksi gempa bumi
- Di masa depan, kecoak bisa digunakan untuk mencari korban bencana
- Pemerintah Indonesia fokus tingkatkan keamanan cyber
- Menkominfo ungkap program telekomunikasi setahun di bawah Jokowi
- Ketatnya sistem keamanan di Pabrik Percetakan Uang Republik Indonesia
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya