CEO Bolt! sindir Telkom yang hapuskan paket unlimited IndiHome
Techno.id - Secara tiba-tiba, Telkom Indonesia mengabarkan bahwa mulai 1 Februari 2016, layanan Indihome akan memberlakukan kebijakan Fair Usage Policy (FUP). Dengan kebijakan ini, user pun tak bisa lagi menikmati kecepatan normal dari Indihome begitu pemakaiannya sudah melebihi kuota 300GB.
CEO Bolt!, Dicky Moechtar, mempunyai pandangan sendiri mengenai aturan baru ini. Menurutnya, paket internet unlimited seharusnya bukan menjadi beban bagi provider yang melayani jasa internet dengan bantuan fiber optik seperti Telkom.
-
IndiHome resmi terapkan kebijakan Fair Usage Policy Telkom akui banyak pelanggan nakal yang gunakan layanan internet secara tidak wajar
-
Satu lagi operator telko yang tegaskan tak akan blokir Netflix CEO Bolt! malah berharap Netflix bisa mengikuti aturan pemerintah agar lancar beroperasi di Indonesia.
-
Jawab protes, Telkom akan bongkar paket bundling IndiHome Ini menjadi solusi pelanggan yang hanya menikmati layanan telepon rumah saja.
"Yang berbasis kabel itu bisa unlimited karena kapasitasnya lebar bisa sampai 1000-an Mbps. Itu seperti First Media, Link Net, Biznet, dan lain sebagainya," sindirDicky.
Namun, masih menurutnya, hal yang sama tak bisa diterapkan ke operator seluler seperti Bolt!. Pasalnya, operator seluler hanya memiliki alokasi frekuensi yang terbatas, yakni 15Mhz saja atau setara 150Mbps. Tentunya, kapasitas bandwidth-nya selisih jauh dengan koneksi dari fiber optik.
"Jangan dibandingkan dengan wireless atau frekuensi seperti kita. Kalau dipaksain sih bisa juga tapi pasti ada batasnya," imbuh Dicky seperti dilansir oleh Merdeka.com (05/02/16).
Sementara itu, pihak Telkom beralasan pemberlakuan aturan ini bertujuan untuk meminimalisir konsumen yang menggunakan fasilitas unlimited untuk kepentingan pribadi. Pelanggan seperti itu yang dituduh merugikan pelanggan lainnya.