CEO Telegram Pavel Durov ditangkap di Prancis, dituduh gagal memoderasi konten kriminal di platformnya

foto: instagram/@durov
Techno.id - Pavel Durov, salah satu pendiri dan chief executive officer perusahaan aplikasi perpesanan enkripsi Telegram Messenger Inc., ditangkap pihak berwenang Prancis pada Sabtu malam (24/8) waktu setempat atas tuduhan serius yang berkaitan dengan bersekongkol dengan terorisme, penipuan, pencucian uang, dan kejahatan terhadap anak-anak. Durov diduga bersekongkol melakukan kejahatan tersebut dan gagal memoderasi konten semacam itu di Telegram.
Durov ditangkap oleh agen Gendarmerie Transportasi Udara Prancis, Komando Gendarmerie Cyberspace, Kantor Anti-Penipuan Nasional dan Polisi Perbatasan di landasan Bandara Le Bourget sekitar pukul 8 malam waktu setempat setelah mendarat dengan jet pribadi.
-
Telegram raih 70 juta pengguna baru saat WhatsApp down "Kami menyambut lebih dari 70 juta pengungsi dari platform lain, dalam satu hari," kata CEO Telegram.
-
Usai Facebook blokir Tsu.co kini WhatsApp blokir Telegram, ada apa ya? Mendengar kabar tersebut, CEO Telegram Pavel Durov mempertanyakan sikap WhatsApp yang menyensor link yang terkait aplikasi Telegram.
-
Cara mendapatkan uang dari Telegram bagi pemula, biar tambah cuan Nah, untuk mendapatkan uang dari Telegram bagi pemula memang tidak mudah.
Penangkapan itu diduga berkaitan dengan kurangnya sensor di Telegram, meskipun tuduhan pastinya tidak jelas. Menurut FF1Info, Durov ditangkap atas surat perintah yang dikeluarkan Minors Office of the National Director of the French Judicial Police berdasarkan penyelidikan awal.
Dalam penyelidikan awal ditemukan bahwa Durov gagal bekerja sama dengan penegak hukum dan melakukan moderasi. Hal ini menjadikan Durov dan Telegram dituduh sebagai kaki tangan dalam perdagangan narkoba, pelanggaran pidana pedofilia dan penipuan. Durov kabarnya didakwa atas banyak pelanggaran yang berkaitan dengan terorisme, narkotika, keterlibatan, penipuan, pencucian uang, menerima barang curian dan konten kriminal pedofilia.
Menanggapi penangkapan tersebut, Telegram mengatakan bahwa mereka mematuhi undang-undang Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital. Pihak Telegram menambahkan bahwa Durov tidak menyembunyikan apa pun. Tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut yang dilakukan pengguna.
Terlepas dari bagaimana tuduhan tersebut, kasus ini menjadi perhatian karena persis seperti yang dikatakan Telegram, Durov, sebagai CEO, telah ditangkap bukan karena kesalahan kriminal yang ia lakukan, tetapi karena tindakan orang lain di platform yang dia dirikan dan jalankan bersama. Jika pendiri dan operator platform dapat ditangkap di UE karena pengguna melakukan hal yang salah di platform mereka, apa yang bisa menghentikan Elon Musk atau Mark Zuckerberg untuk menjadi yang berikutnya?
Musk, khususnya, telah menjadi sasaran Uni Eropa sebelumnya karena tidak menyensor konten yang tidak mereka sukai. Awal bulan ini, Komisaris Uni Eropa Thierry Breton mengklaim bahwa Musk tidak mematuhi Undang-Undang Pasar Digital, tindakan yang sama yang disebutkan oleh Telegram sehubungan dengan tuduhan terhadap Durov.
Sementara Zuckerberg dan Meta mungkin tidak menjadi sasaran sejauh ini. Sebab Meta mencoba patuh dalam hal penyensoran, kriminalitas yang sama yang dituduhkan terhadap pengguna Telegram yang menyebabkan penangkapan Durov ada di seluruh produk Meta. Penangkapan Durov bisa dibilang telah membuka kotak pandora dari potensi tindakan hukum terhadap pemilik platform atas tindakan pengguna mereka.
Telegram diluncurkan pada tahun 2013 dan telah menemukan kesuksesan dengan sekitar 900 juta pengguna secara global. Aplikasi ini menyediakan platform perpesanan terenkripsi di mana pesan tidak dapat dipantau atau disadap karena dienkripsi.
RECOMMENDED ARTICLE
- Microsoft luncurkan chatbot Copilot untuk Telegram dalam versi Beta
- Telegram akhirnya meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna membuat stiker khusus untuk percakapan
- Cara mengekspor obrolan, grup, saluran, dan gambar di Telegram
- 8 Aplikasi perpesanan Android dan iOS terbaik untuk berkirim salam dan ucapan saat Lebaran
- Cara menghentikan Telegram agar tidak menyimpan gambar secara otomatis ke galeri smartphone
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar