Gunung Kidul terapkan SID untuk memantau 144 desa

Ilustrasi Sistem Informasi Desa
Techno.id - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta berencana untuk menerapkan (SID) Sistem Informasi Desa. Mereka menargetkan sebanyak 144 desa akan melaksanakannya pada akhir Juni mendatang.
Saptoyo, Kepala Bidang Statistik Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Daerah Gunung Kidul mengungkapkan bahwa saat ini baru 54 desa yang menerapkan SID.
-
Solusi Desa Broadband Terpadu jalan keluar desa tertinggal SDBT dilakukan untuk memberi kebermanfaatan di daerah (3T) Tertinggal, Terdepan dan Terluar perbatasan.
-
Wonosobo mulai terapkan SIK berbasis internet Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kini resmi menerapkan sistem informasi kesehatan (SIK) berbasis internet
-
Wujudkan sistem database terintegrasi, Kemensos buat aplikasi SIKS Aplikasi ini diharap dapat membantu Kemensos menanggulangi kemiskinan yang masih terjadi di Indonesia.
"SID sudah dikembangkan sejak 2011, dan saat ini sudah ada 54 desa yang melaksanakan, namun yang aktif baru 23 desa," ujarnya.
Dari penerapan SID ini diharapkan dapat digunakan untuk menampilkan data yang valid terkait kondisi nyata di masyarakat. Pemerintah Gunung Kidul akan memantau semua desa dalam aspek kemiskinan, jumlah penduduk, hingga potensi yang dimiliki desa.
Dilansir Antara (16/04/2015), Saptoyo juga menambahkan "SID berfungsi banyak sekali, salah satunya digunakan untuk proses validasi data dari pemerintah, khususnya masalah kemiskinan. SID nanti juga akan memuat angka kemiskinan partisipatif." Selain itu, menurut Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi, SID berfungsi untuk akurasi data, sehingga jika diterapkan dengan benar maka permasalahan kesalahan penyaluran bantuan kemiskinan tidak akan terjadi lagi.
"Kami akan mendukung program tersebut karena manfaatnya cukup besar. Bagi pemerintah dana Rp 400 juta sebagai estimasi SID di 144 desa murah," kata Immawan.
Walaupun dukungan yang mengalir untuk pelaksanaan SID ini sudah cukup banyak. Namun, penerapannya masih terkendala permasalahan klasik yakni jaringan internet. Tidak semua daerah di 144 desa tersebut yang memiliki akses internet. Meski demikian, sepertinya pihak pemkab akan berusaha untuk segera mengadakan internet di masing-masing desa agar nantinya dapat dikendalikan secara terpadu dalam satu server.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya