Hacker ini gasak uang Rp 9 miliar dari perusahaan pelayaran Siprus

Ilustrasi hacker © 2015 paymentweek.com
Techno.id - Salah satu perusahaan yang terdaftar di Siprus tampaknya mengalami kerugian yang sangat besar. Kerugian ini berasal dari kasus kejahatan cyber yang dilakukan oleh para hacker. Pelaku peretasan yang mengaku berasal dari perusahaan bahan bakar di Afrika ini telah menggondol uang sebesar 565.000 euro atau bila dirupiahkan sekitar Rp 9 miliar.
Peretasan ini bermula dari hubungan kerja perusahaan pelayaran dengan perusahaan bahan bakar di Afrika. Perusahaan pelayaran yang berpusat di Limassol melaporkan ke polisi bahwa beberapa hari sebelumnya mereka menerima surel yang dimaksudkan berasal dari pemasok bahan bakar mereka, satu perusahaan di Afrika. Perusahaan tersebut meminta uang yang menjadi tunggakan perusahaan pelayaran untuk pembelian bahan bakar.
-
Mayoritas hacker Rusia ternyata gemar meretas karena uang Kaspersky: Dari 330 insiden peretasan, 95 persennya berdampak pada kerugian yang bersifat materi
-
Hacker pakar ransomware akui jadi dalang peristiwa BSI Down, data nasabah terancam disebar Pihak BSI mengklaim seluruh data dan dana nasabah tetap aman
-
Perusahaan antivirus terkemuka Kaspersky pun diretas! Makin memprihatinkan, perusahaan antivirus sekaliber Kaspersky juga tak luput jadi korban peretasan para hacker!
Kemudian, perusahaan pelayaran itu diminta mendepositokan uang tersebut di rekening bank yang berbeda dari yang digunakan selama ini. Tak merasa curiga dengan keanehan tersebut, perusahaan pelayaran mematuhi saja semua permintaan perusahaan Afrika, seperti yang disadur dari AntaraNews (27/8/15).
Bahkan, perusahaan pelayaran sampai melakukan deposito hingga dua kali pada tanggal 28 Juli dan 29 Juli ke rekening baru tersebut. Perusahaan pelayaran baru menyadari telah ditipu ketika perusahaan bahan bakar di Afrika mengirim surel untuk meminta pembayarannya yang tak kunjung dikirimkan.
Merasa dirugikan atas tindakan hacker, perusahaan pelayaran melaporkannya ke Polisi Siprus. Para polisi menanggapi serius kasus tersebut dan meminta bantuan Interpol untuk menemukan para peretas itu. Kabarnya, setelah dilakukan pelacakan, uang tersebut saat ini berada di Polandia.
RECOMMENDED ARTICLE
- Ketahuan sekarang siapa yang meretas website revolusi mental
- NSA khawatir kejahatan cyber di masa depan akan semakin parah
- Tidak bisa di akses, website Revolusi Mental diakui diretas
- Ashley Madison buat sayembara tangkap hacker berhadiah Rp 5,3 miliar
- Kini, drone juga bisa dipakai untuk meretas komputer melalui Wi-Fi
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya