Honeywell kembali ajak guru Indonesia ikuti program simulasi astronot

Ilustrasi astronot © 2015 techno.id
Techno.id - Perusahaan multinasional ternama asal Amerika, Honeywell kembali mengajak seluruh guru di Indonesia untuk mengikuti program simulasi astronotnya, Honeywell Educators @ Space Academy (HESA) 2016. Guru-guru diajak untuk mengikuti program pelatihan ini yang berisikan simulasi astronot dan pengembangan tenaga profesional terutama di bidang sains dan matematika.
Seperti dilansir oleh Antara (26/11/15), program yang tiap tahunnya diadakan di US Space & Rocket Center di Huntsville, Alabama ini secara khusus memang dirancang untuk membantu para guru menghadapi tren-tren terkini di bidang sains, teknologi, perekayasaan, dan matematika dengan menyediakan pelbagai kemampuan teknis dan teknik pengajaran kepada para guru untuk membantu memotivasi para siswa di seluruh dunia.
-
Bercita-cita jadi astronot? Sekarang waktu yang tepat mewujudkannya NASA membuka kesempatan bagi Anda yang berminat jadi astronot untuk bergabung bersama tim penjelajah luar angkasanya, tertarik?
-
NASA pilih dasar laut sebagai wahana belajar berjalan para astronot Dasar laut dipilih NASA menjadi wahana belajar berjalan karena lingkungan atau habitatnya yang mirip dengan keadaan luar angkasa.
-
Dua siswa Indonesia dipanggil ke Amerika untuk bantu NASA, keren! Indonesia mengirim dua guru dan dua siswa dari SMA Unggul Del untuk berangkat dari Jakarta menuju NASA di San Jose, Amerika Serikat.
"HESA memberikan platform pembelajaran kepada para guru di mana mereka dapat belajar langsung melalui pelbagai skenario dunia nyata untuk kemudian membawa kembali apa yang mereka pelajari ke dalam ruang kelas. Kami sangat antusias dengan terpilihnya 10 guru dari Indonesia untuk program tahun lalu," ujar Alex Pollack, President Honeywell Indonesia.
Lebih lanjut Pollack menjelaskan bahwa di tahun ini pihaknya berharap lebih banyak lagi guru-guru di Indonesia berpartisipasi dalam programnya ini. Pollack mengungkapkan, "Tahun ini kami mengundang lebih banyak lagi partisipasi para guru Indonesia yang ingin belajar pelbagai teknologi canggih dan memiliki pola pikir inovatif agar dapat memotivasi para siswa mereka untuk meraih prestasi di bidang sains."
Perlu Anda ketahui, sejak dilaksanakan pada tahun 2004 sudah lebih dari 2375 guru dari 55 negara yang berpartisipasi pada program ini. Untuk mendapatkan beasiswa ini para pelamar perlu menjalani seleksi yang ketat, termasuk bersaing dengan semua guru dari seluruh dunia.
Dalam program ini, para guru nantinya akan diajak untuk berpartisipasi aktif dalam program pengembangan selama 45 jam, serta kurikulum pendidik intensif yang difokuskan pada ilmu dan eksplorasi angkasa. Tiap guru juga akan menjalani simulasi astronot yang meliputi simulasi jet berperforma tinggi, misi luar angkasa berbasis skenario, pelatihan bertahan hidup di air dan darat, serta program dinamika penerbangan yang interaktif.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara mengonversi gambar jadi teks yang dapat diedit di Microsoft Word, pakai AI lebih cepat & gampang
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya