Ide aplikasi digital anak, dari pemadam kebakaran sampai x-ray

Indosat Wireless Innovation Contest © 2015 indosat.com
Techno.id - Potensi besar memang dimiliki anak-anak sebagai masa depan Indonesia. Di dunia digital kemampuan anak-anak dan remaja Indonesia tersaji pada ajang kompetisi hackathon Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) yang sengaja digelar untuk menampung kemampuan dan minat mereka.
-
Clevio, asah kemampuan para pengembang anak Indonesia Startup Clevio Coder Camp justru menyediakan pelatihan pembuatan aplikasi dan coding.
-
Pelajar Indonesia borong tujuh medali dari kompetisi ilmiah di Taiwan Para pelajar Indonesia tampil gemilang dengan merebut satu medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu.
-
Aplikasi pengembang anak Indonesia bakalan ramaikan Google Play Store Juara kompetisi Indosat Wireless Innovation Contest, aplikasi anak Indonesia ini bakal ramaikan halaman Google Play Store!
Pada ajang ini hadir 100 pengembang anak, baik tim maupun individu yang membawa ide maupun aplikasi buatannya untuk ditandingkan. Anak-anak ini sendiri biasa menimba ilmu di Clevio Coder Camp yang merupakan tempat belajar pemrograman komputer bagi anak-anak.
Ide maupun aplikasi yang mereka buat itu sangat luar biasa walaupun secara usia masih anak-anak. Terus terang saya kaget kok bisa mereka segitu kreatif, kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat saat ditemui tim Techno.id di Pinisi Edutainment Park, Jakarta.
Arya Bimasena yang keluar sebagai Juara I di kategori Ide Aplikasi dengan judul Fire Rangers untuk simulasi pemadam kebakaran agar kebakaran hutan tak terjadi lagi. Ide itu diakuinya datang dari gurunya yang kemudian dikembangkan dengan informasi yang didapatnya melalui internet.
Saya buat ide aplikasi namanya Fire Rangers, saya mau buat simulasi buat orang menjadi pemadam kebakaran. Karena banyak orang mau bakar hutan-hutan gitu yang asapnya bikin orang-orang sakit sampai meninggal, nenek saya di Sumatera itu kena asap kebakaran hutan juga, kata Arya.
Ide menarik lain muncul dari bocah berusia bernama Selo Soemardjan. Ia menyuguhkan ide untuk membuat ponsel pintar dan tablet bisa diubah sebagai x-ray scanner supaya banyak orang bisa melihat kondisi tulang, daging, dan darah yang ada di dalam tubuhnya.
Saya ingin membuat orang sakit bisa lebih cepat tahu kondisinya, saya ingin menolong mereka. Saya bercita-cita menjadi dokter dan ilmuwan, kata Selo dalam bahasa inggris yang fasih. Sayang, idenya ini tak berhasil membuat cicit sosiolog terkenal, Selo Soemardjan tersebut keluar sebagai juara.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya