Jejak karbon pada AI jadi ancaman baru untuk lingkungan

foto: freepik.com/phonlamaistudio
Techno.id - Beberapa tahun terakhir perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mencapai kemajuan yang luar biasa. AI generatif seperti Chat GPT telah muncul dengan kemampuan menghasilkan teks dan konten dengan kualitas yang menakjubkan.
Namun, dibalik kemampuan AI ini, terdapat dampak negatif yang masih kurang disadari berbagai pihak. Yaitu dampak terhadap lingkungan berupa jejak karbon yang dihasilkan.
-
7 Dampak positif dan negatif penggunaan ChatGPT, bikin pekerjaan jadi lebih mudah ChatGPT yang sangat inovatif mungkin bisa jadi awal mula proses penggantian manusia dengan sistem AI.
-
Tulisan yang dibuat AI masih sulit dideteksi oleh berbagai software canggih, ternyata ini penyebabnya Teks yang dibuat oleh AI kini semakin canggih sehingga sangat sulit untuk mendeteksinya.
-
Ini platform AI yang paling banyak digunakan tahun 2023, ChatGPT paling popular Saat ini kita sedang bergerak menuju masa depan di mana AI menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari
Techno.id sudah merangkum dari Gizmodo tentang dampak lingkungan yang disebabkan I generatif, termasuk Chat GPT. Meskipun AI generatif terlihat tidak menghasilkan polusi fisik seperti pabrik dan kendaraan bermotor, nyatanya energi yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model-model ini sangat besar.
Proses melatih AI generatif melibatkan mekanisme data dan sistem coding yang sangat intensif. Sehingga energi yang digunakan juga sangat tinggi yang kemudian akan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Sebuah studi Emma Strubell, mahasiswa doktoral di Universitas Massachusetts Amherst, menemukan bahwa mentraining sebuah model bahasa AI dapat menghasilkan emisi setara dengan sekitar 283.949 kilogram karbon dioksida.
Selain itu, penggunaan AI generatif juga memerlukan pusat data yang besar dan berkekuatan tinggi untuk menyimpan dan mengelola modelnya. Pusat data ini memerlukan pendingin yang baik agar tidak overheat dan tentu saja lagi-lagi membutuhkan penggunaan energi yang besar.
Dampak negatif AI generatif pada perubahan iklim adalah masalah baru yang harus mulai diperhatikan. Semakin masifnya penggunaan AI generatif dalam berbagai industri akan semakin meningkatkan jejak karbon yang dihasilkan.
Namun, penting untuk diingat bahwa sudah ada usaha untuk mengurangi jejak karbon pada AI generatif. Beberapa perusahaan dan peneliti sedang dalam proses untuk menciptakan model-model AI yang lebih efisien. Misalnya, beberapa penelitian sedang dilakukan untuk mengoptimalkan algoritma dan meningkatkan efisiensi pelatihan model.
Kesadaran akan jejak karbon AI generatif adalah urgensi awal dalam mengatasi masalah ini. Penting bagi perusahaan teknologi dan pengguna AI untuk mempertimbangkan dampak lingkungan ketika menggunakan atau mengembangkan sistem AI generatif. Langkah-langkah seperti kompensasi karbon dan pengadopsian praktik ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak-dampak negatif tersebut.
Magang : Millenia Ramadita
RECOMMENDED ARTICLE
- Hadirkan chatbot berbasis AI, ini cara kerja Aria di Opera yang bikin browsing makin canggih
- Fasih berbicara saat jadi host podcast, ini 3 fakta menarik Arbie metahuman AI yang viral di TikTok
- AMD berkongsi dengan Microsoft kembangkan prosesor AI untuk bersaing dengan Nvidia
- TikTok siapkan chatbot AI Tako, mempermudah pengguna menemukan konten yang menghibur
- Cara mudah menggunakan Google Bard di HP dan laptop, chatbot AI dengan referensi lebih update
HOW TO
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
-
40 Ucapan lebaran kocak pengundang tawa, hari raya jadi makin hepi dan seru!
-
10 Langkah mudah mengirim pesan WA ucapan lebaran dalam jumlah banyak, gampang!
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar