Jokowi hari ini akan membuka Simposium Nasional Cybersecurity
Techno.id - Simposium Nasional Cybersecurity (SNCS) adalah acara untuk mencetuskan pandangan dan masukkan yang komprehensif, serta konstruktif terhadap upaya membangun sistem cybersecurity nasional yang tangguh. Rencananya, acara ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo hari ini di Jakarta, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (03/06/15).
"Kerangka komprehensif cybersecurity mutlak diperlukan untuk menjamin bergulirnya roda ekonomi Indonesia melalui partisipasi para pelaku dan pemangku kepentingan ranah cyber yang majemuk," ungkap Menteri Polhukam, Tedjo Edhy Purdijatno dikutip dari Merdeka.com (03/06/15).
-
Soal kemanan cyber, Indonesia bahkan sudah tertinggal dari Malaysia "... mereka [Malaysia] bisa memproteksi warganya untuk mencegah dalam hal cyber crime"
-
September depan, pemerintah siapkan blue print untuk cyber security Kemkominfo: "Akan ada delapan sektor industri di dalam blue print, mulai dari energi, perbankan, hingga transportasi."
-
Ancaman cyber ini jadi alasan terbentuknya Badan Cyber Nasional Beberapa ancaman cyber ini bahkan menyambangi laman resmi militer Indonesia.
Acara SNCS ini direncanakan akan mengumpulkan pihak-pihak yang selama ini telah melakukan kajian terkait Badan Cyber Nasional (BCN).
"Selanjutnya, hasil dari simposium ini nantinya akan menjadi referensi bagi Presiden untuk menimbang langkah yang harus diambil atas kebijakan-kebijakan dan kerangka hukum yang dapat melindungi ranah cyber Indonesia," ujarnya.
Hal ini dilakukan BCN karena dilandasi jumlah pengguna internet di Indonesia yang pada akhir 2015 mencapai lebih dari 100 juta pengguna. Bersamaan dengan pertumbuhan ini, akan memfasilitasi tumbuhnya ekonomi baru yakni perekonomian digital.
Maka, pertumbuhan ekonomi baru tersebut bisa terselip modus-modus kejahatan di di dunia cyber yang berpotensi mengancam roda perekonomian dan keamanan negara.
Bahkan, menurut Anggota Deskcyber Kemenko Polhukam (Badan Cyber Nasional), Irvan Nasrun, jika menilik data dari International Telecommunication Union (ITU) dan ABI Research, Indonesia berada di peringkat ke 13 dalam daftar indeks keamanan cyber global. Daftar yang dirilis tersebut meliputi 193 negara di dunia.
"Saat ini, serangan ke dunia cyber Indonesia sekitar 50 ribu serangan per hari. Bisa dari hacker Indonesia, bisa hacker luar," ujarnya.
RECOMMENDED ARTICLE
- Sekumpulan gamers cantik ini resmi pensiun
- Jepang dan AS kerjasama melawan kejahatan cyber, Tiongkok curiga
- HID Global luncurkan kartu identitas canggih yang tak bisa dipalsukan
- Robot asal Jepang tiru gerakan manusia saat pindahkan barang
- Lapan klaim teknologi antariksa cocok bagi pembangunan Indonesia