Kemenristekdikti tak akan berhenti kembangkan teknologi tepat guna

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir © 2015 youtube.com
Techno.id - Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan terus mengembangkan teknologi tepat guna untuk membantu para pengusaha kecil. Hal ini dikarenakan sebagian besar 'tulang rusuk' Indonesia ditopang oleh masyarakat kecil.
"Pembangunan ekonomi di masyarakat kecil harus ditata ulang supaya menjadi ketahanan ekonomi nasional karena 90 persen ekonomi Indonesia bertumpu pada ekonomi kerakyatan ini," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir pada seminar nasional tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Semarang, Jawa Tengah.
-
Untuk memutus kemiskinan, Indonesia harus terus kembangkan teknologi Sebab, persentase kemiskinan di Asia-Pasifik juga terbukti sudah berkurang karena pengaruh perkembangan teknologi.
-
Menkominfo: Masalah Indonesia bisa dipecahkan lewat startup Menkominfo akui jika startup Tanah Air sebenarnya bisa menyelesaikan berbagai persoalan Indonesia
-
Menristekdikti siapkan dana berlimpah untuk genjot riset industri Pihak Kemenristekdikti telah menyiapkan banyak dana untuk menggenjot riset di sektor industri yang masih tercatat rendah.
Saat ini, teknologi tepat guna sudah diterapkan di wilayah Jawa Tengah, terutama di Solo. Solo sudah merasakan bagaimana nikmatnya menggunakan teknologi tepat guna, khususnya sektor industri pengelasan, pertanian, dan peternakan. Bahkan, dalam waktu dekat sektor industrinya akan diperluas hingga ke industri perikanan.
"Dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan ekonomisasi terhadap bahan bakar yang digunakan nelayan. Nanti akan ada alat yang namanya konverter, alat ini bisa menghemat antara 30-40 persen terhadap total bahan bakar yang digunakan agar nilai tambah nelayan semakin tinggi," katanya, seperti yang dikutip dari AntaraNews (18/01/2016).
Mengenai program yang digalakkan oleh Kemenristekdikti ini diharapkan ada sinergi yang baik antara perguruan tinggi, bisnis atau masyarakat, dan pemerintah. Dalam hal ini pemerintah harus menjembatani antara pengusaha dengan peneliti, kemudian barulah mereka bisa membicarakan tentang penerapan teknologi tepat guna di masyarakat kecil.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar