Kementerian Perdagangan kecewakan Asosiasi e-Commerce Indonesia

Ilustrasi e-commerce © 2015 ideyweb / Shutterstock.com
Techno.id - Pemerintah berencana menerapkan aturan baru terhadap industri belanja online yang mulai marak berlangsung di Indonesia. Setelah dua tahun bergulir, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya menerbitkan draf bernama Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai Perdagangan Elektronik.
Sebelum disahkan, pemerintah pun melakukan uji publik dengan mengajak para pelaku industri e-commerce urung rembuk terkait rancangan aturan tersebut. Namun, undangan dari Kemendag itu diakui Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) malah membuat mereka merasa kecewa.
-
RPP E-commerce tak berujung, industri e-commerce rentan mati muda Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) pun tak sejalan dengan langkah Kemendag karena beberapa klausul RPP itu merugikan pelaku e-commerce.
-
idEA klaim pantau tiap proses roadmap e-commerce Indonesia idEA menyatakan komitmennya untuk berperan aktif selama proses penyusunan, implementasi, hingga evaluasi road map e-commerce.
-
Sejalan dengan idEA, IDTUG anggap bisnis e-commerce bersifat unik IDTUG: Peraturan RPP tidak bisa disamakan dengan undang-undang perdagangan yang lain, ada keunikan yang harus dipahami.
Pasalnya, mereka merasa Kemendag tidak kooperatif dan transparan dalam menyusun RPP tersebut. Selama 2 tahun wacana mengenai RPP tersebut bergulir, tidak sekalipun Asosiasi diberikan akses terhadap materi draf ataupun diinformasikan mengenai status dari dokumen tersebut, padahal mereka telah mengajukan permintaan secara formal maupun informal kepada pihak Kemendag di berbagai kesempatan.
Selain itu, mereka menilai undangan pertemuan untuk melakukan uji publik yang baru dikirimkan kepada Asosiasi 1 hari sebelum acara berlangsung dinilai terlalu mendadak. Mereka juga merasa adanya kejanggalan mengingat pentingnya pertemuan untuk dihadiri oleh para pelaku industri. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, materi RPP juga tidak diberikan, bahkan setelah pertemuan tersebut berlangsung.
Seperti yang kita ketahui bersama, peran regulasi sangatlah besar dalam menentukan masa depan industri suatu negara. Regulasi yang tidak kondusif dapat beresiko menghambat pertumbuhan atau bahkan mematikan industri e-commerce nasional yang saat ini masih dalam tahap perkembangan awal.
Kami sangat menyayangkan tindakan dari Kementerian Perdagangan ini. Asosiasi pada dasarnya selalu mendukung rencana pemerintah untuk meregulasi industri ini. Akan tetapi regulasi tersebut harus dibuat dengan melibatkan para pelaku industri agar mengedepankan para pemain lokal dan kepentingan konsumen di Indonesia. Suatu regulasi bisa membuat industri meledak atau sebaliknya mati. Kami berharap akan terjadi titik cerah dalam beberapa hari ke depan, ungkap Daniel Tumiwa selaku Ketua Umum idEA.
Kekhawatiran senada juga disampaikan oleh William Tanuwijaya selaku CEO Tokopedia yang juga Ketua Dewan Pengawas idEA. Pemilik e-commerce yang sukses dalam usia yang terbilang muda itu berharap pemerintah akan memberikan dukungan kepada tiap pelaku e-commerce lokal agar bisa berkembang dan bersaing dengan penyedia layanan serupa milik asing.
Dalam membangun perusahaan berbasis internet, sejak hari pertama kami harus menghadapi persaingan global. Untuk itu kami memerlukan dukungan pemerintah dalam menciptakan equal playing field bagi para pemain lokal, bukan regulasi berlebihan yang justru bisa membunuh industri. Pada akhirnya konsumen dapat memilih untuk menggunakan platform lain dari belahan dunia manapun, yang belum tentu harus tunduk terhadap regulasi di negara ini, ungkap William.
RECOMMENDED ARTICLE
- Ketum iDEA curiga draft RPP e-commerce tak kunjung dibagikan
- Bukalapak.com dan UMKM sediakan 100 kebutuhan pokok selama Ramadan
- Asosiasi e-commerce kecewa dengan sikap Kementerian Perdagangan
- Sambut Ramadan, OLX gelar kampanye #BekasJadiBerkah
- Indosat siap maksimalkan 'mall kue online' di Ramadan dan Lebaran 201
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar