Mengenal RPA ASTRID yang membawa Indosat raih penghargaan Asian Telecom Awards 2023

(Foto: Twitter@IndosatBusiness)
Techno.id - Operator selular Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) meraih penghargaan Asian Telecom Awards 2023 sebagai HR Initiative of the Year atas pengembangan proyek Robotic Process Automation (RPA) bernama Administration Assistant Robotic Indosat (ASTRID) untuk membantu dan menangani operasional SDM-nya.
Lewat proyek tersebut, Indosat berhasil mengatasi tantangan dalam mengelola sebagian besar pekerjaan administratif mulai dari proses onboarding hingga offboarding di berbagai touchpoint untuk 2800 karyawannya. Terutama ketika perusahaan memiliki tingkat onboarding rata-rata 200 karyawan baru per tahun dan lonjakan migrasi 1085 karyawan pada tahun 2022 karena merger dengan Tri Indonesia (Hutchison Tri).
-
Kompetisi teknologi robotik ini melibatkan dua negara serumpun Kompetisi ini menantang para peserta menyiptakan inovasi yang bisa dimanfaatkan dan menjadi solusi untuk industri di dua negara
-
Indosat gandeng AionOS, akselerasikan kedaulatan AI di Indonesia Kolaborasi ini menginisasi AI3, berbagai solusi termutakhir berbasis AI
-
Kolaborasi UiPath dan Indosat berdayakan keterampilan otomatisasi 100 ribu talenta digital Indonesia Kemitraan UiPath dan Indosat bertujuan untuk memberdayakan 100 ribu anak bangsa dengan kemampuan otomatisasi hingga 2027
Mengintegrasikan dua perusahaan dengan skala besar memang cukup menantang. Untungnya, kami menjalani prosesnya dengan lancar berkat proyek RPA, di mana kami juga mewujudkan pola pikir yang gesit, tangguh, dan berkembang. Proyek ini memungkinkan karyawan kami untuk beralih dari pekerjaan manual yang berulang ke pengembangan diri untuk menjadi lebih strategis. Pengembangan talenta internal kami dengan otomatisasi ini telah menjadi prioritas bagi kami karena kami percaya bahwa ini adalah kunci pertumbuhan Indosat di masa depan, ujar Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni dalam keterangan resmi yang diterima Techno.id, Minggu (9/4).
Lantas apa sih Robotic Process Automation (RPA) tersebut? Teknologi yang muncul di awal tahun 2000-an ini dikembangkan untuk mempermudah dan membantu manusia menyelesaikan pekerjaannya. RPA sejatinya merupakan penggabungan antara artificial intelligence (AI), workflow automation, dan screen scraping yang difokuskan untuk kegiatan mengoleksi data, meningkatkan kecepatan dan akurasi pengolahan data, serta pemanfaatan sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas dan pekerjaan manusia.
Teknologi ini membantu pekerjaan manusia khususnya dalam menghemat waktu termasuk mengeliminasi proses kerja repetitif (berulang). RPA yang merupakan perangkat lunak ini digunakan untuk meniru dan melakukan pekerjaan manusia.
Cara kerjanya, manusia tinggal memasukkan sistem berupa bot RPA. Nantinya, bot ini akan bekerja dengan cara menyalin, mengambil, memasukan data. Teknologi ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan beragam alur kerja. Nah pada industri telekomunikasi, tugas RPA adalah membantu menyimpan data-data penting.
Nah penerapan RPA ASTRID di Indosat ternyata memberikan dampak signifikan tahun lalu. Di mana proses lima jam yang intensif menjadi hanya 18 menit dengan akurasi hingga 100% dan hampir 0% dari intervensi manusia. Hal ini memberikan manfaat tidak tertulis dari penerapan RPA, yang merupakan hak kemanusiaan personel SDM Indosat.
Dengan ASTRID mengambil alih sebagian besar beban kerja administratif mereka, anggota tim dapat mengalokasikan waktu ke pekerjaan yang lebih berharga dan mengembangkan keterampilan dan kompetensi baru untuk karier mereka.
Tim SDM yang waktunya sebagian besar digunakan untuk tugas administrasi sekarang dapat lebih fokus pada analitik dan wawasan. Mereka mampu menciptakan mesin psikis untuk memprediksi perilaku bakat di masa depan dan mengurangi gesekan bakat terbaik. Mereka juga menciptakan Career Simulator yang memungkinkan karyawan memperkirakan langkah-langkah yang diperlukan untuk lintasan karier yang diinginkan.
Proyek ASTRID RPA ini dapat direplikasi dan dapat diterapkan dalam berbagai proses SDM dan unit bisnis lainnya yang berulang dan berbasis aturan. Hal ini dapat menjadi preseden bagi orang lain tentang bagaimana SDM dapat secara kreatif membuat dampak bagi orang-orang melalui penerapan teknologi canggih seperti RPA dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada karyawannya.
RECOMMENDED ARTICLE
- Indosat berkolaborasi dengan ZTE kembangkan jaringan transport dan akses 5G generasi baru di Indonesia
- Cara mengaktifkan kartu Indosat yang sudah mati, mudah dilakukan
- Indosat sajikan internet kebut nyaris 40Mbps di jalur mudik
- Indosat incar 'panen raya' di musim mudik
- Pelanggan Indosat bakal naik 20 persen di Jawa Timur saat Lebaran
HOW TO
-
10 Langkah mudah mengirim pesan WA ucapan lebaran dalam jumlah banyak, gampang!
-
10 Langkah mudah membuat kartu ucapan lebaran digital dengan AI, bisa pakai smartphone aja!
-
Kenapa HP mudah panas saat dipakai Google Maps pas mudik? ini 10 solusinya biar tetap adem
-
10 Game offline HP seru untuk main bareng bocah cilik saat lebaran di kampung
-
8 Cara praktis kirim angpau lebaran secara digital, jarak kini bukan jurang pemisah!
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar