NASA ungkap 2015 adalah tahun terpanas sepanjang sejarah, mengapa?

Ilustrasi logo NASA © 2015 techno.id
Techno.id - Baru-baru ini NASA mengungkapkan hasil analisa yang cukup mengejutkan. Badan antariksa Amerika itu menyebutkan jika tahun 2015 lalu merupakan tahun terpanas sepanjang sejarah.
Dalam laporannya (20/1/16), NASA yang bekerja sama dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengungkap jika suhu rata-rata permukaan bumi pada tahun 2015 naik sekitar 1 derajat celcius. Suhu ini diungkapkan NASA merupakan suhu tertinggi yang tercatat sejak akhir abad ke-19 atau sekitar tahun 1880.
-
WMO sebut 2015 sebagai tahun terpanas Planet Bumi WMO: Dampak pemanasan suhu sudah mulai terlihat di Amerika Tengah, Karibia, dan Indonesia
-
Suhu terasa panas di Indonesia, ini penjelasan BMKG Beberapa hari belakangan suhu panas dirasakan masyarakat.
-
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata, ini penjelasannya Pemanasan global, suatu fenomena yang dipicu kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.
NASA dan NOAA menjelaskan jika kenaikan rata-rata suhu di permukaan bumi ini akibat pemanasan global yang saat ini makin memburuk. Karbondioksida dan emisi buatan manusia lainnya dituding NASA sebagai salah satu penyebab utama mengapa suhu di permukaan bumi meningkat begitu tinggi tahun lalu.
Perlu diketahui, suhu rata-rata permukaan bumi di tahun 2014 kala itu tercatat hanya mencapai angka 0,13 derajat celcius. Suhu permukaan bumi di tahun 2015 tersebut tercatat adalah suhu yang paling tinggi semenjak bumi dikabarkan sedang dalam masa kritis dimulai pada tahun 2001.
Lebih lanjut, NASA menjelaskan jika kenaikan suhu di permukaan bumi tahun lalu juga disebabkan oleh fenomena alam seperti El Nino dan La Nina. "Kenaikan suhu tahun lalu salah satunya juga disebabkan oleh fenomena El Nino, tapi itu adalah efek kumulatif dari tren jangka panjang yang mengakibatkan kenaikan suhu di permukaan bumi," jelas Gavin Schmidt, direktur Goddard Institute for Space Studies (GISS) di New York, Amerika.
Menariknya, kenaikan suhu di permukaan bumi ini disebut NASA tak terjadi merata di seluruh bumi. Pasalnya, sepanjang tahun 2015 lalu terjadi dinamika cuaca di muka bumi sehingga tak semua memang wilayah di bumi mengalami kenaikan suhu yang ekstrem.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Cara mentransfer file dari iPhone ke PC Windows, pakai kabel atau tidak tak masalah!
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya