Pencetus ChatGPT peringatkan soal bahaya AI, perlu adanya regulasi

Sam Altman Pencetus ChatGPT
Melalui tweet-Nya, Altman menjelaskan transisi ke masa depan yang dibarengi dengan teknologi AI dapat berlangsung cepat, dan sebagian besar akan berdampak ke arah positif. Ia menggambarkan melalui transisi dari dunia tanpa smartphone ke dunia pasca smartphone.
Menurutnya AI bakal terus membantu dalam beraneka kegiatan, misalnya membuat orang lebih produktif, lebih sehat, lebih pintar, dan lebih terhibur melalui bermacam implementasi kecerdasan buatan atau AI.
-
OpenAI luncurkan fitur ChatGPT baru, versi gratis chatbots akan diperbarui Sayangnya bukan mesin pencari bertenaga AI
-
5 Kelebihan dan kekurangan ChatGPT dari OpenAI, mudah digunakan tapi kurang update ChatGPT adalah platform kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI.
-
Geoffrey Hinton cabut dari Google, ungkap dampak AI di masa depan AI bisa berdampak buruk bagi umat manusia.
"Transisi semacam ini sebagian besar adalah baik dan bisa berlangsung dengan cepat, contoh terbaru adalah transisi dari dunia pra smartphone ke dunia pasca smartphone. Namun akan ada godaan membuatnya (diterapkan) super cepat, yang adalah menakutkan. Masyarakat butuh waktu untuk beradaptasi dengan sesuatu yang sungguh besar," tulisnya.
foto: Openai.com
Kendati demikian, Altman mengaku bahwa dibutuhkan waktu bagi pemerintah maupun stakeholders terkait untuk membuat regulasi terkait AI. Tujuan dari adanya regulasi agar AI tidak disalahkan gunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Bahkan perlu adanya kajian mendalam tentang apa yang harus dilakukan, meski itu membutuhkan waktu lama.
"Kita butuh cukup waktu bagi institusi untuk mencari apa yang mesti dilakukan. Regulasi akan penting. Meski tool AI generasi saat ini tidak begitu menakutkan, saya pikir kita tidak begitu jauh dari yang menyeramkan," lanjut pria berusia 37 tahun itu.
Melansir dari hasil wawancaranya dengan Forbes, Altman menyatakan pengendalian AI harus dilaksanakan oleh perusahaan pembuatnya dan para pengguna. Terlebih perusahaan dapat memberikan langkah pencegahan, agar dampak negatif dari adanya AI teratasi. Apalagi akan ada AI open source, yang menghasilkan efek bagus dan buruk.
RECOMMENDED ARTICLE
- Microsoft batasi penggunaan Bing AI hanya 50 pertanyaan per hari
- Ini alasan mengapa ChatGPT tak bisa bahas isu politik, dan menjawab 20 pertanyaan kontroversi
- Kenapa tidak bisa upload dokumen di Google Form? Ini cara mengatasinya
- Cara import soal Word ke Google Form, tak perlu tulis satu per satu
- 11 Momen lucu ketika gombalin ChatGPT, usahanya tetap sia-sia
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya