Saat Badan Cyber terbentuk, Indonesia perlu gandeng pihak asing

Ilustrasi cyber crime © 2015 techno.id
Techno.id - Pemerintah Indonesia rencananya akan membentuk Badan Cyber Nasional (BCN) yang bertujuan untuk menjadi tempat koordinasi terkait ancaman keamanan yang terjadi di dunia cyber. Menurut Isnaeni Achdiat, pakar keamanan internet dari ISACA, nantinya ketika BCN telah terbentuk, Indonesia perlu menggandeng pihak asing, terutama badan cyber dari negara lain untuk bekerja sama memerangi kejahatan cyber.
"Saya rasa sangat perlu. Karena bagaimanapun kalau Amerika punya badan cyber nasional, dia harusnya bersikap bersahabat dan bekerja sama dengan negara lain seperti Indonesia. Namun, kalau dalam dunia ini kan terhubung, jadi rasanya sudah seharusnya bisa saling bekerjasama," ungkap Isnaeni seperti diberitakan oleh Merdeka (4/6/15).
-
Menkominfo: Badan Cyber Nasional wajib dibentuk segera! Meski mengalami pro kontra, menurut Rudiantara, Badan Cyber Nasional wajib segera dibentuk.
-
BCN terbentuk maka tak ada lagi penyadapan presiden BCN harus fokus kepada keamanan infrastruktur penting nasional.
-
Benarkah Badan Cyber Nasional bakal bebas-aktif? Menanggapi hal tersebut, inilah yang disampaikan oleh Kemenkopolhukam. Yuk simak berita berikut...
Lebih lanjut, Isnaeni mengungkapkan bahwa Indonesia terlebih pemerintah tak perlu mengkhawatirkan terkait isu data rahasia negara yang bisa saja terbongkar saat bekerja sama dengan badan cyber dari negara lain. Ia beralasan, konteks kerja sama tersebut adalah keamanan bukan soal data rahasia negara.
"Tentu kita harus mengerti tentang suatu perjanjian bilateral negara lain. Scope dan cakupannya apa. Bukan berarti kita bekerjasama kita buka-bukaan soal data rahasia," ujarnya.
Sementara itu, Ruby Alamsyah, pakar teknologi informasi beropini bahwa nantinya BCN harus fokus kepada keamanan infrastruktur penting nasional. Dirinya pun berharap agar dengan dibentuknya BCN, sudah tidak ada lagi permasalahan tentang penyadapan presiden.
"Diharapkan kejadian seperti penyadapan terhadap Ring 1 atau Presiden RI tidak terjadi lagi, begitu juga penyadapan terhadap orang-orang atau instansi penting lainnya, infrastruktur penting nasional tidak mudah diganggu atau disabotase oleh pihak asing, dan lain-lain," tutup Ruby.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar