Social Bread bantu UKM manfaatkan live shopping di media sosial sebagai lapak berjualan

Seorang content creator Social Bread membantu memasarkan produk UKM lewat live shopping (Foto-foto: Techno.id/Yani Andriyansyah)
Techno.id - Platform berbagi video singkat seperti TikTok saat ini bukan hanya sekadar hiburan. Tapi sudah menjelma menjadi salah satu media untuk meraup cuan. Nggak heran jika banyak bisnis yang dijalankan anak-anak muda memanfaatkan TikTok sebagai lapak berjualan.
Umumnya mereka menggunakan live shopping untuk memamerkan brand mereka secara real time melalui live streaming. Bukan rahasia lagi jika saat ini kekuatan media sosial begitu dahsyat memengaruhi perilaku orang, termasuk dalam mengambil keputusan berbelanja. Apalagi pengguna TikTok merupakan generasi baru yang melek teknologi.
-
Social Bread gelar Creator Academy, bantu content creator lebih kreatif di media sosial Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas minat Gen Z di bidang kreatif dan media sosial
-
Pertumbuhan e-commerce Indonesia tak lepas dari Facebook Pertumbuhan e-commerce Indonesia diprediksi akan berada di tingkat teratas pada tahun 2016 hingga 2017
-
Petinggi Facebook kagumi para pelaku UKM di Indonesia Mereka pun siap mendukung lebih banyak UKM lagi untuk terus maju.
Beberapa penelitian juga menyebutkan, pengguna TikTok telah membeli produk yang mereka lihat di aplikasi. Di mana 67% pengguna mengatakan TikTok menginspirasi mereka berbelanja meskipun mereka tidak bermaksud melakukannya.
Fakta inilah yang diterjemahkan Social Bread, sebuah marketplace pemasaran digital yang berbasis di Indonesia untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memanfaatkan media sosial seperti TikTok sebagai sarana memasarkan produk mereka ke konsumen muda.
Social Bread yang didirikan content creator sekaligus YouTuber Edho Zell bersama sejumlah temannya Lydia Susanti (Chief Operating Officer), Ester Jeanette (Chief Marketing Officer), dan Messiah Richardo (Chief Technology Officer) pada tahun 2020 ini punya alasan mengapa ingin membantu UKM di Indonesia agar bisa menjangkau pasar yang lebih besar.

-
Bantukelola media sosial UKM
Selama ini banyak pemilik bisnis dan UKM yang gagap teknologi sehingga kesulitan memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis mereka. Hal tersebut disebabkan keterbatasan sumber daya, keahlian, dan keterampilan untuk mengelola akun media sosial mereka. Tidak semua UKM memiliki tim yang berdedikasi atau dapat menyewa agensi digital karena membutuhkan anggaran investasi yang mahal.
Social Bread hadir untuk menghilangkan dua masalah utama tersebut dengan menyediakan platform yang menghubungkan UKM dengan influencer dan pembuat konten lokal. Sebelum memberikan rekomendasi, Social Bread akan menganalisis dan memahami tujuan atau kebutuhan UKM. Hal ini memungkinkan Social Bread memberikan rekomendasi yang didasarkan pada industri UKM, jenis platform dan konten yang sesuai dengan audiens yang ditargetkan, dan bahkan jumlah pembuat konten atau jumlah pengikut untuk mencapai tujuan tersebut.
Social Bread adalah game changer dalam menyamakan kedudukan UKM, terutama dalam memanfaatkan media sosial agar menjangkau pelanggan yang lebih luas, ujar Edho Co-Founder dan Chief Executive Officer Social Bread.
Kembangkan platform teknologi
Terlebih baru-baru ini Social Bread mendapat pendanaan tahap awal (pre-seed funding) sebesar USD 400.000 atau lebih dari Rp 6 miliar dari East Ventures dan Living Lab Ventures. Dana segar ini akan digunakan untuk mengembangkan platform teknologi yang berbeda agar dapat memberikan dampak pada ekosistem merchant minimal 10 kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
Nantinya, Social Bread akan menyiapkan content creator terlatih dan terdaftar untuk memproduksi konten sekaligus mengelola akun media sosial UKM. Apalagi, Social Bread juga baru saja meluncurkan fitur live shopping untuk menghubungkan para live streamer sekaligus mengelola live shopping mereka.
"Kami menyambut baik kehadiran Social Bread ke dalam ekosistem East Ventures. Dengan potensi ekonomi digital yang besar, Social Bread tidak hanya menjembatani UKM dan kreator konten, tetapi juga membantu UKM untuk mengembangkan bisnis mereka, kata Melisa Irene, Partner East Ventures.
Sejak tahun 2020, Social Bread telah mendukung lebih dari 500 UKM di Jabodetabek, Surabaya, dan kota-kota lain di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan penjualan mereka melalui penggunaan media sosial.
RECOMMENDED ARTICLE
- 5 Penyebab mengapa TikTok lebih cocok untuk kreator konten newbie ketimbang Instagram
- Cara mudah kirim pesan rahasia di media sosial via Secreto, bisa bebas ajukan pertanyaan anonim
- Cara mudah download foto di Instagram langsung dari aplikasi, khusus untuk PC atau laptop Windows
- Anggota DPR AS pertanyakan pengambilan data biometrik ke Bos TikTok, malah jadi bahan olokan warganet
- 7 Tips menghemat kuota internet biar nggak menguras kantong, batasi penggunaan data
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar