Suka belanja online? Coba Shopious.com

Ilustrasi online shop © 2015 techno.id
Techno.id - Penggunaan sosial media di Indonesia acap kali berubah fungsi. Sebut saja Instagram dan Twitter yang kemudian berevolusi jadi lapak belanja online. Kendati demikian, bisnis online di sosial media masih cenderung terbatas. Pasalnya, barang yang dijual hanya dapat dilihat oleh sebatas para pengikutnya.
Adanya keterbatasan tersebut ternyata berdampak pada lahirnya model bisnis baru, yakni agregator iklan bisnis online melalui sosial media. Sebut saja situs Shopious.com yang telah menggeluti bisnis ini sejak beberapa tahun yang lalu.
-
Shopee integrasikan penggunaan sosmed lewat platform e-commerce Shopee menggunakan sistem konsumen-ke-konsumen (C2C) dalam membidik pengguna layanannya.
-
10 Online shop Indonesia ini bisa jadi rujukan belanja pecinta fashion Kamu bisa dengan mudah berbelanja hanya dengan menggunakan smartphone, dan tak lama, barang belanjaanmu akan diantar ke rumah.
-
7 Cara membuat Instagram Shopping untuk online shop, bikin laris Fitur ini menyediakan layanan untuk mempermudah pelanggan dalam menemukan barang yang mereka inginkan.
"Awal kenapa kami memilih untuk mendirikan Shopious karena melihat peluang bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memilih untuk berjualan dengan menggunakan sosial media seperti Instagram," ujar Aditya Aditama Herlambang selaku Co-Founder sekaligus CTO Shopious kepada Techno.id, Senin (13/07/2015).
Sebenarnya, startup yang didirikan tahun 2013 ini pada awalnya menjalankan bisnis sebagai marketplace fashion costumer to costumer (C2C). Namun pada akhirnya berubah haluan hingga membuat sebuah program untuk membantu pihak penjual dalam mencari lapak yang mudah ditemukan dan diakses oleh pihak pembeli.
"Dengan Shopious, penjual cukup mengunggah foto barang di Instagram, setelah itu secara otomatis Shopious akan mengategorikan dan menampilkannya di situs Shopious. Ibaratnya, kami ini etalase yang mengiklankan barang-barang penjual," ujar Billy Halim, Co-Founder dan CEO Shopious.
Adapun Shopious sendiri kini telah menyajikan ribuan daftar produk konsumen yang terbagi ke dalam beberapa kategori utama. Di antaranya seperti kebutuhan pria, wanita, anak dan bayi, gadget, aksesori, serta rumah dan hadiah. Beberapa daftar penjual terverifikasi yang diurutkan berdasarkan lokasi juga disertakan guna memudahkan pembeli dalam melakukan pencarian.
"Kami punya kategori produk sesuai kebutuhan informasi umum yang dibutuhkan pembeli. Tapi ada juga daftar koleksi produk yang diurutkan sesuai kategori produk yang lebih spesifik dan akan terus ditambah sesuai tren produk yang sedang ramai," imbuh Aditya.
Hingga saat ini, Shopious masih terus berkembang dan telah memiliki lebih dari 50.000 anggota dengan lebih dari 500.000 pengunjung aktif setiap harinya. Meskipun baru berusia sekitar dua tahun, startup ini telah mengantongi lebih dari 1.500 pengiklan setiap bulannya.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar