Terungkap, peretas dapat mengeksploitasi kerentanan Microsoft Copilot untuk serangan siber

foto: freepik/frolopiaton palm
Techno.id - CTO perusahaan keamanan AI Zenity, Michael Bargury, telah mengungkap kerentanan keamanan utama dalam Microsoft Copilot. Seperti dilaporkan petri.com, ia menunjukkan bagaimana penjahat dunia maya dapat mengeksploitasi kelemahan ini untuk membahayakan keamanan organisasi.
Temuan Bargury menunjukkan potensi pelaku ancaman dengan memanfaatkan kelemahan Copilot untuk meluncurkan serangan yang ditargetkan. Pekan lalu, Bargury menyoroti kelemahan keamanan di Microsoft Copilot selama dua sesi di konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas.
-
Mengenal Copilot, model AI Microsoft dan cara menggunakannya di Windows Chatbot AI Microsoft ini dapat mengubah cara kamu menjelajahi web, menggunakan aplikasi Office, atau melakukan riset online
-
Microsoft persiapkan Windows Copilot, asisten virtual berbasis AI untuk Windows 11 Copilot bisa melakukan berbagai fungsi kontrol dan akses ke berbagai fitur yang ada di Windows 11
-
Kini giliran pengguna iPhone dan iPad bisa menggunakan aplikasi Microsoft Copilot di perangkat mereka Aplikasi Microsoft Copilot memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan, menyusun teks, dan menghasilkan gambar menggunakan AI
Dalam presentasi pertamanya, ia menjelaskan bagaimana pengembang yang menggunakan Copilot Studio secara tidak sengaja dapat membuat chatbot perusahaan khusus yang mampu mengeksfiltrasi data atau melewati langkah-langkah keamanan. Sesi kedua, berjudul Living off Microsoft Copilot ia berfokus pada risiko chatbot Copilot, seperti prompt injection (injeksi cepat).
Bargury meluncurkan alat LOLCopilot baru untuk Microsoft Copilot, Copilot Studio, dan Power Platform. Alat yang dinamakan Red Team ini memungkinkan peretas mengubah konfigurasi Copilot default menggunakan injeksi cepat. Alat ini memungkinkan mereka untuk langsung menyuntikkan petunjuk ke chatbot Copilot, melewati langkah-langkah keamanan bawaan untuk memodifikasi parameter dan instruksi dalam model.
Dalam presentasi Black Hat-nya, Bargury mendemonstrasikan bagaimana penyerang dapat memanipulasi Copilot untuk mengubah informasi perbankan dan mencuri uang dari rekening korban. Selain itu, peretas dapat mengakses informasi terbatas tentang panggilan pendapatan yang akan datang untuk suatu organisasi. Penyerang juga dapat mengubah Copilot menjadi orang dalam yang jahat untuk mengarahkan pengguna ke situs web phishing dan mencuri kredensial.
Bargury juga menyebutkan bahwa dia berkolaborasi dengan Red Team Microsoft untuk mengatasi masalah mendasar ini. Dia menyarankan agar organisasi memantau percakapan Copilot dan melacak potensi prompt injection untuk mengurangi ancaman keamanan. Microsoft pun menghargai temuan Zenity dan menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi pelanggan Copilot dari serangan siber.
RECOMMENDED ARTICLE
- Waspada! Penipuan melalui Google Maps dan begini cara menghindarinya
- Apa itu extortionware dan apa bedanya dengan ransomware? Begini penjelasan dan cara mengantisipasinya
- Waspada! Jangan membuka email perbaikan CrowdStrike, semuanya palsu
- Serangan siber semakin mengintai, begini cara menjaga keamanan data informasi
- Pelajaran dari serangan ransomware di Pusat Data Nasional, pentingnya backup data secara teratur
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar