Berantas "mama minta pulsa" harus dengan menjual mahal kartu perdana

Ilustrasi SMS © 2015 huffpost.com
Techno.id - Apakah Anda sering mendapatkan pesan singkat atau SMS yang berbunyi seperti ini "mama sedang di kantor polisi, tolong isikan pulsa ke nomor ini segera"? Atau Anda pernah mendapatkan telepon dari nomor yang tidak jelas serta mengaku-aku sebagai kerabat yang telah tertangkap polisi karena kedapatan membawa narkoba?
Ya, itulah adalah segelintir dari beberapa jenis penipuan via ponsel yang beberapa waktu belakangan ini marak terjadi. Pakar pengamanan komunikasi dan sistem informasi, Pratama Persadha mengatakan bahwa perlu ada terobosan baru dari pemilik provider untuk mencegah penipuan terus terjadi.
-
Kini, penipuan via SMS bakal terlacak "Karena orang sudah terbiasa registrasi sendiri, pelaku akan merasa cuek karena memang identitasnya tidak diketahui"
-
Bosan dapat sms 'sudah survey lokasi' penipu ini dapat balasan menohok Iseng, pria ini membalas SMS bermodus penipuan.
-
25 SMS penipuan ini dapat balasan yang bikin terbahak-bahak Ada-ada saja kelakuan warganet ini.
"Ini persoalan telekomunikasi, di Brunei nomor enggak ganti-ganti. Rp 600 ribu kalau mau ganti nomor. Sama kayak Amerika, ke sana mau beli nomor harus kasih paspor, kartu identitas. Di sini bebas saja aturan telekomunikasi menurut saya itu perlu," ungkap Pratama seperti dilaporkan oleh Merdeka (23/4/15).
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Brunei dan Amerika sudah sepantasnya juga dilakukan di Indonesia, mengingat pelaku penipuan selalu dengan mudah dapat berganti-ganti nomor. Bahkan, pelaku penipuan dapat dengan mudah membuang nomor mereka saat aksinya mulai terendus oleh pihak berwenang dan menggantinya dengan yang baru. Harga kartu perdana yang bisa dibilang sangat murah Rp 5.000 bahkan gratis membuat orang tak sayang menghanguskan nomornya.
Pratama bahkan mengungkapkan, jika saja peraturan seperti di beberapa negara maju tersebut dapat diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin kejahatan bisa dicegah. Ya, kata dia, hanya dengan memanfaatkan nomor telepon saja, lokasi pelaku kejahatan dapat dilacak dengan mudah.
Sebenarnya, menurut Pratama, beberapa provider telah memiliki langkah preventif untuk menanggulangi masalah "mama minta pulsa" ini, seperti mem-block pemilik nomor jika ada laporan. Namun, lagi-lagi langkah ini dirasa masih belum efektif.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
-
15 Solusi ampuh atasi signal HP lemah saat mudik ke pedalaman, santai tetap bisa internetan lancar
TECHPEDIA
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
-
Israel pakai spyware serang WhatsApp, targetkan lebih dari 100 jurnalis dan aktivitis
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar