Telkom: OTT bukan ancaman, melainkan peluang!

Ilustrasi logo Telkom © 2015 techno.id
Techno.id - Menghadapi era keterbukaan teknologi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alias Telkom menegaskan kesiapannya menghadapi para pemain Over The Top (OTT) atau perusahaan penyedia layanan yang memanfaatkan jaringan operator telekomunikasi. Salah satu 'tetua' bidang komunikasi di Indonesia ini mengungkapkan bahwa OTT adalah peluang baru yang harus digarap, bukannya ancaman yang banyak dikhawatirkan oleh beberapa pihak selama ini.
"Kami menganggap OTT tidak sebagai ancaman, tetapi peluang baru yang harus digarap. Kita sudah menyiapkan sejumlah jurus untuk menghadapinya. Namun, perlu diingat dalam menjalankan bisnis OTT juga harus mengikuti aturan secara fair," ujar Dian Rachmawan, Direktur Konsumer Telkom seperti dilansir oleh Antara (12/2/16).
-
Siap dukung OTT lokal, Operator tunggu sinyal Menkominfo Indosat: Kami siap dukung rencana pemerintah dalam mengembangkan industri OTT lokal
-
Menkominfo: Aturan OTT tidak diterbitkan sebelum konsultasi publik Penerbitan aturan OTT sepertinya tidak jadi dilaksanakan pada bulan Maret 2016.
-
Operator Telekomunikasi seleksi OTT lokal yang diajak kerja sama Pembahasan kriteria akan dibahas minggu ini bersama Kemkominfo dan ATSI.
Sekadar informasi, area OT yang bersinggungan langsung dengan telekomunikasi adalah OTT Voice dan OTT Messaging atau Social Media seperti Skype, WhatsApp, LINE, Viber, KakaoTalk, GoogleTalk, WeChat, dan Telegram. Selain itu, ada juga OTT Content atau Video dan OTT Cloud Computing yang diyakini akan menjadi OTT dengan pertumbuhan tertinggi dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Diang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi antara lain mempertahankan jasa voice eksisting dan menawarkan kualitas yang lebih baik seperti cristal clear voice untuk dapat menarik minat pengguna.
"Di media sosial melakukan manage retreat. Di Video atau Content menawarkan platform internet TV, sedangkan padaCloud atau IoT atau M2M menawarkan platform cloud computing dengan mengoptimalkan infrastruktur milik Telkom. Misalnya, penggunaan data center atau solusi dari TelkomSigma," ujar Dian.
Tak ketinggalan, Dian menjelaskan jika salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara operator dengan OTT adalah masalah kedaulatan baik itu soal pengelolaan jaringan atau mematuhi regulasi di sebuah negara. Untuk itu, Dian mengharapkan semua pihak bisa melihat lebih jernih fenomena OTT dengan mempunyai kesatuan pandangan bahwa negara dan bangsa harus berdaulat atas pendayagunaan internet untuk kepentingan bangsa yang meliputi seluruh aspek Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan.
"Harap diketahui, sebagian besar pemain OTT bermarkas di Amerika, kita tentunya tidak bisa meniru secara ekstremseperti Tiongkok yang tidak mengizinkan Facebook, Google, Amazon, PayPal dan mengganti dengan QQ, Baidu,Alibaba, Alipay. Namun, paling tidak ada pendekatan jalan tengah yang juga memberdayakan pemain-pemain OTT lokaluntuk kedaulatan NKRI," pungkas Dian.
RECOMMENDED ARTICLE
HOW TO
-
Cara login WhatsApp Web tanpa menggunakan HP, simpel dan aman dengan trik ini
-
10 Aplikasi Android penghitung kalori demi diet aman saat Idul Fitri, jangan sampai gagal
-
10 Game Android Seru untuk 4 pemain atau lebih ini dijamin bikin silahturahmi makin asyik
-
10 Gaya selfie seru bersama sahabat saat mudik lebaran, kangen langsung hilang!
-
20 Cara antisipasi agar HP tetap bisa internetan saat perjalanan mudik, bikin hati jadi tenang
TECHPEDIA
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya
-
Bocoran Smartphone Samsung layar lipat tiga, dari HP kecil jadi tablet layar lebar
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Cara download game PS2 dan PS3 di laptop dan HP, bisa main berdua
-
10 Fitur canggih iPhone 16E, bakal jadi HP Apple termurah di bawah Rp 10 juta?
-
10 HP Xiaomi in bakal kebagian AI DeepSeek, bisa kalahkan AI dari Google atau ChatGPT?
-
Waspada, undangan pernikahan palsu lewat HP ini berisi virus berbahaya